Erdogan: Tidak Ada yang Bisa Merusak Hubungan Turki-Rusia
Presiden Turki dalam pidatonya yang disiarkan televisi mereaksi aksi teror terhadap Duta Besar Rusia untuk Ankara.
Recep Tayyip Erdogan pada Senin (19/1/2/2016) malam mengucapkan belasungkawa kepada rakyat Rusia. Ia mengatakan, insiden ini merupakan provokasi untuk merusak hubungan Turki dengan Rusia.
"Serangan teror ini dilakukan dalam kondisi ketika Turki dan Rusia sedang bergerak untuk menyelesaikan krisis Aleppo, Suriah dan evakuasi warga sipil dalam (kerangka) kerjasama dan solidaritas, "imbuh Erdogan seperti dilansir IRNA.
Erdogan juga menyinggung percakapan teleponnya dengan Vladimir Putin, Presiden Rusia pada Senin malam dan mengatakan bahwa ia telah menyampaikan belasungkawa kepada Putin.
Menurutnya, ia meminta Putin untuk mengirim sebuah tim penyelidik untuk menyelidiki teror terhadap Andrey G. Karlov, Duta Besar Rusia untuk Turki.
Presiden Turki mengatakan bahwa Presiden Rusia menyetujui permintaannya tersebut.
"Saya mengatakan kepada mereka yang ingin merusak hubungan Rusia dan Turki bahwa mereka tidak akan berhasil, "ujarnya.
Andrey Karlov ditembak mati saat menyampaikan pidato pada pembukaan pameran foto dengan tema "Rusia di Mata Turki" di Ankara pada Senin.
Pria bersenjata bernama Mevlut Mert Altintas yang menyamar sebagai anggota polisi, juga melukai tiga orang lainnya dalam serangan tersebut.
Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu mengidentifikasi pelaku penembakan sebagai Mevlut Mert Altintas, 22 tahun, yang telah bekerja sebagai polisi antihuru-hara selama 2,5 tahun. (RA)