Putin: Teror Dubes Rusia, Upaya Merusak Hubungan Rusia-Turki
Presiden Rusia mereaksi teror terhadap Duta Besar negara ini untuk Turki dan menegaskan untuk menyelidiki pelaku dan dalang di balik pembunuhan itu.
Vladimir Putin dalam pernyataannya tak lama setelah serangan teror terhadap Andrey G. Karlov di Ankara pada Senin (19/1/12/2016) petang mengatakan, orang-orang yang berada di balik layar atas serangan teror ini harus diidentifikasi.
Seperti dilansir IRNA, Putin juga menyinggung upaya Rusia, Republik Islam Iran dan Turki untuk memulihkan kondisi di Suriah.
"Teror terhadap Dubes Rusia untuk Turki merupakan tindakan provokatif dan bertujuan untuk merusak hubungan kedua negara, "kata Putin dalam pertemuan dengan Ketua Dinas Keamanan Federal, Direktur Dinas Intelijen Luar Negeri dan Menteri Luar Negeri Rusia di Kremlin.
Ia menambahkan, Andrey G. Karlov memiliki hubungan yang baik dengan pemerintah Turki dan dihormati di negara ini.
Karlov yang sejak tahun 2013 menjalankan tugasnya di Turki ditembak mati saat menyampaikan pidato pada pembukaan pameran foto dengan tema "Rusia dalam Pandangan Masyarajat Turki" di Ankara pada Senin.
Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu mengidentifikasi pelaku penembakan sebagai Mevlut Mert Altintas, 22 tahun, yang telah bekerja sebagai polisi antihuru-hara selama 2,5 tahun. (RA)