Ambisi AS Tekan Rusia
https://parstoday.ir/id/news/world-i28828-ambisi_as_tekan_rusia
Di saat tensi antara Washington dan Moskow terkait klaim serangan siber dan intervensi Rusia di pemilu presiden Amerika terus berlanjut, Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi lebih besar kepada Rusia dengan dalih krisis Ukraina.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Des 21, 2016 15:41 Asia/Jakarta
  • Ambisi AS Tekan Rusia

Di saat tensi antara Washington dan Moskow terkait klaim serangan siber dan intervensi Rusia di pemilu presiden Amerika terus berlanjut, Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi lebih besar kepada Rusia dengan dalih krisis Ukraina.

Departemen Keuangan Amerika seraya mengulang klaim internvensi Moskow di krisis Ukraina mengkonfirmasi penambahan sejumlah besar tokoh Rusia ke dalam list sanksi Washington.

 

Di statemen Departemen Keuangan Amerika selain diulang nama 26 perusahaan, lembaga dan Bank Rusia yang mayoritasnya telah dijatuhi sanksi, juga diisyaratkan nama-nama baru. Di list terbaru Departemen Keuangan Amerika ada tujuh nama individu baru, delapan lembaga dan perusahaan serta dua kapal Rusia yang ditambahkan ke list tersebut berkaitan dengan krisis Ukraina.

 

Sejak tahun 2014 dan menyusul aneksasi Semenanjung Crimea ke Rusia, Amerika Serikat serta Uni Eropa menjatuhkan sanksi terhadap Moskow. Rusia menyatakan bahwa Semenanjung Crimea di era Uni Soviet dihibahkan kepada Ukraina  dan kemudian kembali bergabung dengan Federasi Rusia. Moskow menilai sanksi sebagai langkah agresif dan permusuhan pemerintah Obama yang akan segera berakhir dan mengingatkan bahwa Rusia juga akan meningkatkan sanksinya terhadap Amerika.

 

Sanksi ini diumumkan satu bulan lalu di mana Presiden Barack Obama akan menyerahkan kekuasaannya kepada Donald Trump. Rusia selama era kepemimpinan Obama di Amerika, memiliki friksi serius dengan Washington terkait isu Hak Asasi Manusia (HAM) dan krisis Ukraina serta Suriah. Namun mengingat bahwa Trump mengisyaratkan kerjasama dengan Putin, Moskow optimis hubungan dengan Washington dapat segera pulih.

 

Meski demikian, sanksi terhadap Rusia menunjukkan posisi strategis Ukraina bagi Amerika. John Smith, direktur kantor Pengawasan Aset Luar Negeri Departemen Keuangan AS (OFAC) terkait sanksi ini mengatakan, sanksi tersebut ditujukan untuk menekan Rusia.

 

Di kasus sengketa Rusia dan Ukraina, Amerika memilih berada di kubu Kiev dan mendukung keanggotaan tetangga Moskow ini di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Sejatinya Ukraina merupakan peluang bagi Amerika melancarkan pukulan kepada rival utamanya, Rusia. Amerika pada dasarnya menerapkan kebijakan ini di kawasan strategis Eropa timur. Dalam arti, Amerika selama beberapa tahun terakhir dengan memperkuat kehadiran militernya di kawasan baik itu secara sepihak atau dalam koridor NATO, berencana melemahkan Rusia.

 

Sebaliknya Rusia juga memperkokoh posisi militernya di perbatasan timur dan hasilnya adalah persaingan baru persenjataan di wilayah Eropa timur. Sementara kurban utama dari persaingan ini justru Eropa sendiri.

 

Presiden terpilih Amerika, Donald Trump meski berbicara mengenai pemulihan hubungan antara Amerika dan Rusia serta kerjasama kedua negara, namun sejatinya Amerika berencana memanfaatkan Rusia untuk lepas dari beragam krisis yang menderanya seperti krisis Suriah.

 

Apalagi di doktrin kebijakan luar negeri dan keamanan Amerika, kekuatan besar seperti Rusia harus dilemahkan dan dalam hal ini, kebijakan Trump akan sama dengan pendahulunya, Barack Obama. Sepertinya Trump menempatkan Cina sebagai ancaman utama Amerika, sementara Rusia berada di posisi kedua. Oleh karena itu, Trump saat ini mulai fakus pada Cina. Namun mengingat ketamakan Amerika khususnya di wilayah sekitar Rusia, tensi antara Washington dan Moskow  masih akan terjadi di masa depan.

 

Di sisi lain, Rusia bukan negara yang dapat mengabaikan perubahan konstelasi kekuasaan di dunia dan khususnya di wilayah Eropa timur yang tengah dikejar oleh Amerika. Moskow pasti melakukan upaya-upaya tandingan.  Selain itu, Rusia saat ini sebagai sebuah kekuatan dunia dan mengejar kepentingannya di luar kawasan termasuk Eropa di mana kepentingan tersebut kontradiksi dengan Washington. (MF)