Duterte Ancam Akan Berlakukan Darurat Militer
-
Duterte
Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan dia akan mengabaikan Mahkamah Agung dan Kongres negaranya dan memberlakukan darurat militer jika masalah narkoba menjadi lebih buruk.
"Saya tidak peduli tentang Mahkamah Agung karena hak untuk mempertahankan hidup seseorang dan bangsa saya," demikian dilaporkan Russia Today mengutip Duterte pada Ahad (15/1).
Berbicara di Kamar Dagang Filipina, Duterte menekankan bahwa membela negaranya sangat penting di hadapan segala bentuk rintangan hukum.
"Jika saya ingin, dan itu akan memburuk menjadi sesuatu yang benar-benar sangat kasar, saya akan menyatakan darurat militer," katanya seraya menambahkan bahwa "negara saya melampaui segala sesuatu yang lain, bahkan batasan-batasan."
Berdasarkan UUD negara, darurat militer dapat diberlakukan dalam kasus invasi asing atau pemberontakan bersenjata. Kondisi darurat itu dapat dicabut oleh Mahkamah Agung dan Kongres.
Lebih dari 6.000 orang telah tewas dalam perang narkoba di negara itu, berdasarkan laporan pemerintah pada tanggal 19 Desember. Atas masalah tersebut Duterte menghadapi kecaman dari banyak pihak.(MZ)