UNICEF: Ratusan Juta Anak Terancam Jika Tidak Ada Langkah Kolektif Sekarang
-
krisis air
Dana Anak-Anak PBB UNICEF memprediksi bahwa 25 persen anak-anak, yang mencapai 600 juta, kemungkinan akan hidup di daerah dengan sumber air yang sangat terbatas pada tahun 2040, membuat mereka rentan terhadap penyakit seperti kolera dan diare.
Sudah sekitar 500 juta anak-anak hidup di daerah dengan persediaan air yang terbatas, dan permintaan air saat ini jauh melebihi sumber air yang tersedia di 36 negara, demikian disebutkan UNICEF Rabu (22/3/2017).
Sumber air diperkirakan akan lebih menyusut menyusul kekeringan, kenaikan suhu, banjir, pertumbuhan penduduk dan urbanisasi, menurut UNICEF dalam sebuah laporannya.
Jika tidak ada langkah urgen yang diambil untuk membersihkan dan melestarikan persediaan air, maka akan lebih banyak anak yang terpaksa meminum air tidak bersih.
"Di seluruh dunia, jutaan anak-anak kekurangan akses terhadap air bersih- yang akan membahayakan hidup mereka, merusak kesehatan mereka, dan membahayakan masa depan mereka," kata direktur eksekutif UNICEF, Anthony Lake.
Ditambahkannya, "Krisis ini hanya akan meluas kecuali kita mengambil tindakan kolektif sekarang.”
Perubahan iklim merupakan salah satu alasan di balik penurunan sumber air di masa depan, yang berdampak pada "kualitas dan kuantitas air", kata Cecilia Scharp, penasihat senior masalah air di UNICEF.
Bencana banjir, diperkirakan akan meningkat karena naiknya permukaan air laut dan perubahan pola cuaca, yang pada akhirnya akan mencemari persediaan air di wilayah yang luas.
Sementara fenomena kekeringan diprediksi semakin meningkat dari sisi frekuensi dan tingkat keparahan.
Laporan UNICEF itu dirilis pada Rabu (22/3/2017) dalam memperingati Hari Air Sedunia. (MZ)