NATO Akui Kondisi Kritis Keamanan Eropa
https://parstoday.ir/id/news/world-i34962-nato_akui_kondisi_kritis_keamanan_eropa
Jenderal Curtis Scaparrotti, Komandan Pasukan NATO di Eropa, hari Kamis (23/3) saat mereaksi aksi teror di Londong menjelaskan, benua Eropa kini telah berubah menjadi salah satu tempat paling berbahaya di dunia. Menurutnya, serangan ini menunjukkan kondisi berbahaya di Eropa, dimana hari ini ada dua masalah besar, yakni masuknya para teroris dari Suriah dan negara lain ke benua ini dan ancaman di dalam negeri dari kelompok Daesh.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Mar 24, 2017 13:14 Asia/Jakarta
  • Jenderal Curtis Scaparrotti, Komandan Pasukan NATO di Eropa
    Jenderal Curtis Scaparrotti, Komandan Pasukan NATO di Eropa

Jenderal Curtis Scaparrotti, Komandan Pasukan NATO di Eropa, hari Kamis (23/3) saat mereaksi aksi teror di Londong menjelaskan, benua Eropa kini telah berubah menjadi salah satu tempat paling berbahaya di dunia. Menurutnya, serangan ini menunjukkan kondisi berbahaya di Eropa, dimana hari ini ada dua masalah besar, yakni masuknya para teroris dari Suriah dan negara lain ke benua ini dan ancaman di dalam negeri dari kelompok Daesh.

Sekalipun hingga kini para pejabat keamanan negara-negara Eropa dan Europol (Polisi Eropa) telah mengeluarkan peringatan soal peningkatan ancaman teroris di Eropa, tapi kini kita menyaksikan pernyataan seorang pejabat senior NATO sebagai lembaga militer utama Barat. Ucapan Jenderal Scaparrotti menunjukkan kini pandangan NATO terkait ancaman teroris telah keluar dari kondisi ancaman parsial dan menjadi masalah utama keamanan dan tidak dapat dibiarkan.

Sejatinya, terjadinya serangan teroris secara periodik dan berulang di pelbagai negara Eropa yang berujung pada jumlah korban yang tidak sedikit, tidak hanya mengubah gambaran sebelumnya tentang Eropa sebagai kawasan yang memiliki tingkat kesejahteraan dan keamanan tinggi, tapi rakyat negara-negara Eropa menghadapi kondisi keamanan yang berbahaya, dimana mereka akan berhadapan dengan ancaman seirus; kapan dan di mana saja.

Ancaman yagn disampaikan pejabat senior NATO memiliki dua dimensi. Pertama, kembalinya warga Eropa anggota kelompok-kelompok teroris Takfiri seperti Daehs ke negaranya. Masalah ini, khususnya dengan memperhatikan kekalahan kelompok-kelompok teroris Takfiri di Irak dan Suriah. Ancaman teroris di Eropa sebanding dengan jumlah warga Eropa yang bergabung dengan kelompok-kelompok teroris.

Sebelumnya, disebutkan bahwa ada sekitar 5 ribu warga Eropa yang bergabung dengan Daesh, tapi Sebastian Kruz, Ketua Periodik Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama Eropa pada Januari 2017 menyatakan bahwa ada sekitar 10 ribu warga Eropa yang bergabung dengan kelompok teroris Daesh di Irak dan Suriah. Angka ini menunjukkan dua kali lipat dari yang diperkirakan sebelumnya. Jumlah sebesar ini menunjukkan semakin meningkatnya ancaman terorisme Takfiri bagi negara-negara Eropa.

Kedua, terkait peningkatan ancaman dan aksi-aksi teroris oleh Daesh yang diakui Jenderal Scaparrotti. Dalam kasus terakhir serangan teroris di London, kelompok Daesh dalam pernyataannya selain mengaku bertanggung jawab mengancam bahwa Inggris harus menanti serangan berikutnya.

Substansi serangan teroris telah berubah dari serangan terpusat dan terorganisir menjadi serangan bunuh diri. Serangan bunuh diri ini terkadang menggunakan kendaraan pribadi atau truk dan dengan menggunakan pisau yang dapat didapat dengan mudah. Bila menganalisa serangan hari Rabu di London, terlihat pelaku dengan kendaraannya memasuki jalur pejalan kaki di jembatan Westminster di dekat gedung Parlemen Inggris yang mengakibatkan lima orang tewas dan empat lainnya cedera.

Keesokan harinya (Kamis, 23/3) polisi Antwerp, utara Belgia menahan seorang yang bermaksud menabrak warga dengan kendaraannya. Polisi Belgia menyatakan bahwa pria yang bermaksud menyerang itu warga Perancis keturunan Tunisia. Dalam serangan teroris di Berlin pada 19 Desember 2016, pelaku serangan menggunakan truk menabrak warga yang menyebabkan 12 orang tewas dan 48 lainnya cedera.