AS Mengaku Sudah Menempatkan Pasukan di Libya
Amerika Serikat mengaku sudah menempatkan pasukan elitnya di wilayah Libya untuk memata-matai dan mengumpulkan informasi.
Stasiun televisi Sky News (27/3) melaporkan, Jenderal Thomas Waldhauser, Komandan Angkatan Bersenjata Amerika mengkaui penempatan pasukan khusus negara itu di Libya.
Ia mengatakan, tujuan penempatan pasukan Amerika di Libya adalah untuk mengumpulkan informasi dan bekerja sama dengan pemerintahan persatuan nasional Libya yang dipimpin Perdana Menteri Fayez Al Sarraj.
Thomas Waldhauser menambahkan, jika diperlukan, Amerika akan mempertahankan pasukan itu di Libya untuk bekerja sama dengan pemerintahan persatuan nasional negara itu dalam memerangi kelompok teroris Daesh.
Rakyat Libya selalu menuntut penyelesaian damai krisis di negara mereka, namun Amerika dan Barat yang mengklaim persatuan di Libya, justru menjadi faktor pemicu memburuknya instabilitas di negara itu.
Libya sejak tahun 2011, pasca tumbangnya Moammar Ghadafi yang dilakukan atas intervensi NATO, terus dilanda kekacauan dan berubah menjadi markas kelompok-kelompok teroris dan kelompok bersenjata. (HS)