Dua Ledakan di Metro St. Petersburg Tewaskan Puluhan Orang
Pejabat keamanan Rusia mengumumkan, korban tewas akibat dua ledakan yang terjadi di stasiun metro kota Saint Petersburg mencapai puluhan orang dan 50 lainnya dinyatakan terluka.
Kantor berita Itar Tass (3/4) melaporkan, pejabat keamanan Rusia mengatakan, pasca insiden ledakan yang terjadi hari Senin (3/4) di stasiun metro Sennaya Ploshchad, kota Saint Petersburg, tujuh stasiun metro di kota itu langsung ditutup.
Petugas keamanan di Saint Petersburg juga melarang para pejalan kaki melewati lokasi dan mengevakuasi orang-orang dari beberapa wilayah yang diawasi serta melakukan investigasi.
Vladimir Putin, Presiden Rusia pasca teror mengatakan, pejabat terkait dan aparat keamanan harus mengungkap apakah ledakan tersebut merupakan aksi teror atau bukan.
Petugas stasiun metro kota Moskow, ibukota Rusia dalam keterangannya mengumumkan, stasiun metro Moskow menerapkan pengawasan keamanan luar biasa dalam rangka menjaga keamanan transportasi Rusia.
Rusia hingga kini beberapa kali menjadi sasaran ancaman kelompok-kelompok teroris.
Dengan memperhatikan kerja sama Rusia dengan militer Suriah dalam memerangi teroris, negara ini menerapkan pengawasan keamanan ketat di sejumlah wilayahnya.
Sampai sekarang puluhan anasir teroris yang kembali dari Suriah dan berencana melakukan aksi teror termasuk di Moskow, berhasil ditangkap.
Menurut laporan, para teroris itu berusaha meledakkan bom di tengah kerumunan massa dalam berbagai kesempatan. (HS)