Terbukti Malaysia Beri Ijin Tinggal Tetap Buat Zakir Naik
https://parstoday.ir/id/news/world-i36426-terbukti_malaysia_beri_ijin_tinggal_tetap_buat_zakir_naik
Setelah lima tahun akhirnya terbukti pemerintah Malaysia memberikan ijin tinggal tetap kepada Zakir Naik, pemimpin Salafi India.
(last modified 2026-05-04T10:04:58+00:00 )
Apr 22, 2017 05:44 Asia/Jakarta
  • Zakir Naik
    Zakir Naik

Setelah lima tahun akhirnya terbukti pemerintah Malaysia memberikan ijin tinggal tetap kepada Zakir Naik, pemimpin Salafi India.

Zakir Naik, tokoh ekstrim dan pemimpin kelompok Salafi India yang berusaha menyebarkan ideologi Salafi dan Wahabi di India serta di luar perbatasan negara ini dengan berbagai langkah termasuk mendirikan jaringan televisi.

 

Menyusul berita terkait pemberian ijin tinggal tetap oleh pemerintah Malaysia kepada Zakir Naik dan dampak berbahayanya yang diriils oleh media negara ini selama beberapa hari terakhir, Ahmad Zahid Hamidi, wakil perdana menteri Malaysia mengakui bahwa sekitar lima tahun lalu ijin tersebut telah diberikan kepada Zakir.

 

Zakir Naik sekitar lima tahun lalu memberikan ceramah di berbagai pusat keilmuan dan riset Malaysia dan pada awal April tahun lalu juga melalui enam pidatonya dengan isu kontroversial, pelecehan dan pengobaran friksi antar-mazhab di negara ini telah memicu kekhawatiran serius atas dampak pidato provokatifnya tersebut dalam menggerakkan tensi antar mazhab.

 

Sekitar tiga bulan lalu, sebuah kelompok menyusun pengaduan anti Zakir ke pengadilan tinggi negara ini dengan dakwaan mengancam keamanan nasional. Pasalnya Zakir melalui ulahnya menyebarkan ajaran radikal dinilai oleh mereka  membahayakan stabilitas publik, persatuan nasional dan perdamaian di negara ini.

 

Pemberian ijin tinggal permanen kepada Zakir Naik di Malaysia bahkan memicu kritik sejumlah pejabat resmi negara ini termasuk menteri kesehatan yang mengatakan ketika negara seperti Bangladesh melakukan kebijakan anti Zakir, maka Malaysia tidak boleh memberikan ijin tinggal kepada pemimpin Salafi radikal ini. Zakir Naik di Bangladesh didakwa memberikan motif yang cukup bagi pelaku serangan teror musim panas lalu di Dhaka yang menewaskan 22 orang termasuk 17 sandera asing.

 

Pemberian ijin tinggal permanen kepada Zakir Naik oleh pemerintah Malaysia di saat negara ini menghadapi upaya Daesh untuk menebar pengaruhnya dan menyebarkan ideologi Takfiri Wahabi telah memicu banyak pertanyaan di dalam negeri. Malaysia tiga tahun lalu menyatakan bahwa salah satu kekhawatiran utama keamanan negara ini adalah eskalasi dan perluasan aktivitas kelompok radikal dan pengaruh ideologi Daesh. Namun dengan pemberian ijin tinggal kepada Zakir Naik, Kuala Lumpur mengalami kontradiksi dengan isu perang melawan radikalisme. Khususnya baru-baru ini inspektur jenderal polisi Malaysia mengaku khawatir atas kepulangan warga Malaysia yang menjadi anggota Daesh dari Suriah dan Irak.

 

Ketika Malaysia khawatir atas meluasnya ancaman radikalisme di negara ini, tak diragukan lagi pemberian ijin tinggal tetap kepada Zakir Naik yang memiliki motivasi untuk memprovokasi dan mengobarkan tensi antar mazhab serta menyebarkan ideologi Wahabi akan menciptakan banyak kendala keamanan bagi pemerintah Kuala Lumpur.

 

Apalagi Zakir Naik selain memiliki jaringan televisi dan program ceramah di tempat umum dan pendidikan termasuk bagian non operasi militer kelompok radikal. Tujuan strategis dari langkah ini adalah upaya mendiktekan ideologi Wahabi dan Salafi di antara pemuda serta menarik lebih banyak mereka untuk melakukan operasi destruktif.

 

Pemberian ijin tinggal permanen kepada Zakir Naik dilakukan di saat ia termasuk buronan India karena menyebarkan ideologi radikal dan upaya mengobarkan kekerasan antar mazhab dan etnis adalah sesuatu yang mengherankan dari kebijakan kontroversial pemerintah Malaysia.

 

Hal ini memunculkan desas desus bahwa sebagian dari proses bertahap maraknya serangan teroris dan kekerasan di Malaysia berkaitan langsung dengan kehadiran Zakir Naik dalam kapasitasnya sebagai penyebar ideologi berbahaya Wahabi dan Salafi. (MF)