Peringatan Korea Utara kepada Cina
https://parstoday.ir/id/news/world-i36500-peringatan_korea_utara_kepada_cina
Korea Utara memperingatkan Cina jika sanksi ekonomi terhadap Pyongyang berlanjut, maka hubungan kedua negara akan mengalami kerusakan serius.
(last modified 2026-04-24T16:42:03+00:00 )
Apr 23, 2017 09:38 Asia/Jakarta
  • Kim Jong Un dan Xi Jinping
    Kim Jong Un dan Xi Jinping

Korea Utara memperingatkan Cina jika sanksi ekonomi terhadap Pyongyang berlanjut, maka hubungan kedua negara akan mengalami kerusakan serius.

Pyongyang melakukan langkah luar biasa dan mengancam Cina jika sanksi ekonomi terhadap negara ini terus berlanjut maka akan berdampak serius bagi hubungan kedua negara. Peringatan Korut kepada Cina terkait dampak negatif berlanjutnya sanksi ekonomi terhadap Pyongyang bagi hubungan bilateral digulirkan di saat pemerintah Beijing sejak Januari tahun lalu di saat Korut memasuki fase baru uji coba rudal dan nuklir mengiringi sansi yang dijatuhkan Dewan Keamanan PBB kepada Pyongyang.

Tiga bulan lalu, pemerintah Cina melalui kebijakannya yang selaras dengan Dewan Keamanan melarang ekspor berbagai barang ke Korea Utara termasuk produk teknologi sensitif. Sanksi Cina terhadap Korut ini mencakup peralatan pembuatan kamera video dengan kecepatan tinggi, sensor, lensa, peralatan telekomunikasi, bahan pembuatan kapal selam dan produksi senjata kimia yang telah diumumkan oleh Dewan Keamanan bulan November 2016.

Resolusi ini dirilis Dewan Keamanan bulan September tahun lalu pasca uji coba kelima nuklir Korea Utara. Adapun pemerintah Beijing pada Februari 2017 menghentikan secara total impor batu bara dari Korea Utara sebagai bentuk dukungan terhadap resolusi Dewan Keamanan. Tindakan Cina ini menuai reaksi keras dari Korea Utara.

Di tahun 2016, Korea Utara tercatat sebagai eksportir keempat terbesar batu bara ke Cina. Menurut sejumlah data, ekspor barang tambang Korea Utara ke Cina di tahun teresbut mencapai satu miliar dolar. Batu bara merupakan komoditi ekspor utama Korea Utara dan ekonomi rentan Pyongyang sangat bergantung pada ekspor tambang ini ke Cina.

Mengingat pendapatan Korea Utara dari penjualan batu bara ke Cina esrta sanksi ekonomi lainnya Beijing terhadap Pyongyang, petinggi Korut memperingatkan dampak negatif berlanjutnya sanksi Beijing ini bagi hubungan kedua negara.  Meski Korut di peringatannya tersebut mengisyaratkan dampak negatif berlanjutnya sanksi Cina terhadap hubungan kedua negara, namun realitanya adalah petinggi Pyongyang khawatir berlanjutnya kondisi ini akan mempersulit perekonomian lemah negara ini.

Apalagi Cina dengan mengalokasikan 67 persen ekspor ke Korea Utara dan sekitar 62 persen impor dari negara ini, tercatat sebagai mitra dagang terpenting Pyongyang. Pengamat menilai faktor utama kekhawatiran Korea Utara dari berlanjutnya sanksi ekonomi Cina dan menurunnya pendapatan asing negara ini, akan melemahkan sumber finansial Pyongyang di sektor militer dan pengembangan program rudal serta nuklir yang dinilai petinggi Korut sebagai kekuatan defensif terhadap ancaman Amerika Serikat. (MF)