Penegasan Turki Mendukung Posisi Qatar
Presiden Turki mengumumkan kembali dukungannya kepada para pejabat pemerintah Qatar. Recep Tayyip Erdogan menegaskan hal itu dalam pernyataannya baru-baru ini seperti dilansir kantor berita Anadolu.
Erdogan di hadapan masyarakat Turki di Ankara, ibukota Turki baru-baru ini menyinggung transformasi baru di negara-negara pesisir Teluk Persia. Ia mengatakan, Turki tidak akan membiarkan saudara-saudaranya di Qatar sendirian.
Menurut Presiden Turki, ketegangan antara Qatar dan sejumlah negara Arab harus segera diselesaikan melalui dialog dan perundingan. Erdogan mengatakan, selama beberapa tahun terakhir, Qatar tidak pernah mendukung kelompok-kelompok teroris dan tuduhan sejumlah pejabat negara Arab regional kepada Doha terkait dukungan Qatar kepada terorisme adalah tuduhan yang tidak beralasan.
Pekan lalu, para pejabat Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab dan Bahrain mengeluarkan pernyataan terpisah bahwa mereka memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Keputusan tersebut diambil dengan alasan Qatar mendukung kelompok-kelompok teroris.
Bersamaan dengan pernyataan Erdogan di Ankara, Binali Yildirim, Perdana Menteri Turki dalam pertemuannya dengan delegasi-delegasi ekonomi di kota Istanbul juga mengklaim bahwa jika persoalan Qatar tidak diselesaikan, maka konflik ini akan berubah menjadi sebuah krisis global.
Pernyataan pemerintah Arab pesisir Teluk Persia dipublikasikan ketika Turki dan semua negara tersebut tertuduh sebagai pendukung kelompok-kelompok teroris di berbagai belahan dunia, terutama Suriah dan Irak.
Sejak meletusnya konflik dan krisis keamaan di Irak dan Suriah, negara-negara Arab pesisir Teluk Persia dan Turki mengikuti kebijakan Amerika Serikat di kawasan. Mereka juga sepakat untuk membantu kelompok-kelompok teroris, terutama teroris Takfiri Daesh (ISIS).
Sejak pecahnya ketegangan dalam hubungan negara-negara Arab pesisir Teluk Persia dengan Qatar, para pejabat tinggi Ankara mendukung posisi pemerintah Doha. Lalu apa alasan sebenarnya di balik dukungan Turki kepada Qatar? Sebenarnya, pemerintah Turki memiliki perjanjian-perjanjian serupa dengan negara-negara Arab pesisir Teluk Persia termasuk Qatar.
Perjanjian-perjanjian tersebut adalah serupa dan dalam konteks kesepakatan ini telah ditentukan kerjasama militer dan pelatihan kedua belah pihak. Mengingat fakta ini, maka tidak jelas mengapa para pejabat Ankara mendukung posisi para pejabat Doha?
Pada awal ketegangan antara Qatar dan sejumlah negara Arab, Presiden Turki mengatakan bahwa jika tuduhan bahwa Qatar mendukung kelompok-kelompok teroris terbukti, maka Ankara akan mengambil posisi anti-Doha.
Pada dasarnya, krisis terbaru di kawasan terjadi menyusul Konferensi Tingkat Tinggi Arab-Amerika yang digelar di Riyadh, ibukota Arab Saudi. Namun para pejabat Ankara pada awalnya tidak mengambil posisi tegas atas pemerintah Doha. Hal ini bisa semacam upaya untuk menunjukkan kepada masyarakat internasional bahwa konflik negara-negara Arab pesisir Teluk Persia dengan Qatar bukan sebuah skenario.
Tidak diragukan lagi, krisis Qatar merupakan peluang emas bagi Turki untuk mewujudkan program-programnya di kawasan ini. Di antara program tersebut adalah penempatan pasukan di Qatar tanpa menimbulkan protes atau reaksi negatif dari negara-negara regional. Oleh karena itu, penegasan berturut-turut para pejabat Ankara untuk mendukung pemerintah Doha menimbulkan kecurigaan.
Dari ketegangan terbaru di antara negara-negara Arab dan penegasan Turki atas dukungannya kepada Qatar dapat disimpulkan bahwa tuduhan dukungan kepada terorisme oleh sejumlah negara Arab terhadap pemerintah Doha bukan berarti penentangan negara-negara itu terhadap fenomena terorisme. Pada saat yang sama, adanya perjanjian-perjanjian serupa antara Turki dan negara-negara Arab pesisir Teluk Persia adalah mencurigakan, sebab Turki menandatangani dokumen kerjasama serupa dengan semua negara Arab itu.(RA)