Korsel Berusaha Kuasai Senjata Nuklir
https://parstoday.ir/id/news/world-i42678-korsel_berusaha_kuasai_senjata_nuklir
Media-media Korea Selatan baru-baru ini ramai membicarakan ide penguasaan senjata nuklir oleh negara itu, menyusul semakin meningkatnya tensi ketegangan dengan Korea Utara.
(last modified 2026-02-17T03:46:07+00:00 )
Aug 13, 2017 04:19 Asia/Jakarta
  • rudal Korea Selatan
    rudal Korea Selatan

Media-media Korea Selatan baru-baru ini ramai membicarakan ide penguasaan senjata nuklir oleh negara itu, menyusul semakin meningkatnya tensi ketegangan dengan Korea Utara.

Fars News (12/8) melaporkan, menyusul meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea, media-media Korea Selatan di halaman muka mereka memuat propaganda pentingnya memiliki senjata nuklir untuk melindungi diri dari ancaman Korea Utara.

Media-media Korsel menulis, Seoul tidak cukup hanya mempercayakan keselamatannya pada payung nuklir Amerika dan sekarang waktunya untuk menimbang ulang upaya memiliki peralatan perang nuklir.

Berdasarkan kesepakatan energi nuklir dengan Amerika yang ditandatangani tahun 1974, Korea Selatan dilarang memproduksi senjata nuklir dan Washington menjamin Korea Selatan berada di bawah "payung nuklir" negara itu untuk mengantisipasi kemungkinan serangan.

Menurut laporan media, Korea Selatan, dari sisi teknologi adalah negara yang sangat maju dan dapat memproduksi senjata atom dalam beberapa bulan saja, jika mau. ‎Song Young-moo, Menteri Pertahanan Korea Selatan mengatakan, Seoul secara umum mampu membuat senjata atom, tapi opsi ini tidak masuk dalam hitungan sekarang.

Ketegangan antara Pyongyang dan Washington semakin panas setelah Donald Trump, Presiden Amerika Serikat merespon uji coba rudal terbaru Korea Utara dengan mengatakan, selama Korea Utara terus melanjutkan ancaman-ancamannya, maka negara itu akan menghadapi api dan kemarahan yang belum pernah disaksikan dunia hingga saat ini.

Sebaliknya, Korea Utara mengumumkan sudah menyiapkan rencana serangan rudal ke Kepulauan Guam di Samudra Pasifik yang merupakan pangkalan militer Amerika dalam waktu secepat mungkin. (HS)