Kunjungan Menhan AS ke Timteng dan Eropa
https://parstoday.ir/id/news/world-i43126-kunjungan_menhan_as_ke_timteng_dan_eropa
Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis pada hari Minggu (20/8/2017) tiba di Amman, ibukota Yordania sebagai bagian dari tur tiga harinya ke Yordania, Turki, dan Ukraina.
(last modified 2026-02-27T10:04:47+00:00 )
Aug 21, 2017 15:01 Asia/Jakarta

Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis pada hari Minggu (20/8/2017) tiba di Amman, ibukota Yordania sebagai bagian dari tur tiga harinya ke Yordania, Turki, dan Ukraina.

Departemen Pertahanan AS (Pentagon) dalam satu pernyataan mengumumkan bahwa perjalanan Mattis ke Amman, Ankara, dan Kiev bertujuan untuk menegaskan komitmen Washington untuk melanjutkan kemitraan dan kerjasama strategis di Timur Tengah dan Eropa.

Kunjungan Mattis dianggap sangat penting karena ketiga negara tersebut memainkan posisi kunci dalam strategi regional Amerika.

Yordania merupakan salah satu sekutu tradisional AS di Timur Tengah dan karena berbatasan dengan Suriah dan Irak, ia memainkan peran penting dalam memfasilitasi tindakan militer Amerika khususnya di wilayah Suriah.

Saat ini pasukan Amerika bermukim di Yordania dan negara Arab ini sejak tahun 2010 menjadi tuan rumah latihan militer tahunan "Eager Lion" dengan melibatkan banyak negara lain di bawah komando AS. Washington – sejalan dengan klaimnya tentang perang kontra-terorisme – menganggap Amman sebagai mitranya dalam misi tersebut.

Turki akan menjadi destinasi berikutnya bagi Mattis. Pentagon mengatakan bahwa Mattis selama pertemuan dengan para pejabat Turki, akan menegaskan komitmen Washington dalam koalisi dengan Ankara di bawah Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Washington menganggap Ankara sebagai sekutu strategisnya. Namun, ada banyak persoalan yang belum terpecahkan di antara kedua pihak seperti, penolakan AS untuk mengekstradisi Fethullah Gulen ke Turki dan penyaluran bantuan militer Amerika kepada Kurdi Suriah.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengkritik bantuan persenjataan AS kepada Kurdi Suriah dan dukungan negara itu kepada Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dan Organisasi Fethullah Gulen (FETO).

"Kami tahu bahwa senjata yang diberikan kepada kelompok-kelompok tersebut pada akhirnya akan digunakan untuk menyerang Turki," tegas Erdogan.

Meski demikian, Turki tetap menaruh harapan besar kepada AS di tengah perseteruan tajam mereka dengan Uni Eropa dan penurunan level hubungan bilateral Ankara dengan Brussels. Pemerintah Turki berharap akan menikmati bantuan yang lebih besar dari AS terutama bantuan militer.

Menhan AS kemudian akan singgah di Ukraina pada Kamis depan. Kerjasama Washington-Kiev meningkat selama beberapa tahun terakhir di tengah ketegangan hubungan antara AS dan Rusia khususnya di Eropa Timur. Saat ini AS menjadi pendukung terbesar militer Ukraina.

Dalam kerangka kerjasama itu, AS telah membangun pusat operasi maritim di pelabuhan Odessa di utara Laut Hitam dan juga secara signifikan meningkatkan bantuan militer kepada Ukraina.

Seorang pengamat politik Ukraina, Ivan Mezyuho mengatakan, "Pada masa sekarang AS terang-terangan mengirim persenjataan mematikan kepada Angkatan Bersenjata Ukraina."

Kunjungan Mattis dianggap penting di tengah pertempuran regional AS di Timur Tengah dan Eropa Timur. Tujuan utama kunjungan itu adalah memperkuat hubungan bilateral di bidang militer dan keamanan serta menjajaki perluasan kerjasama. (RM)