Universitas Al Azhar Kecam Pembunuhan Rohingya
-
Universitas Al Azhar Mesir
Universitas Al Azhar Mesir mengecam keras berlanjutnya pembunuhan Muslim Rohingya di Myanmar.
IRNA Senin (28/8) melaporkan, Universitas Al Azhar menilai pembunuhan minoritas Muslim Rohingya di Myanmar bertentangan dengan ajaran agama apapun di muka bumi ini.
Dalam statemennya, Universitas Al Azhar menyerukan supaya publik internasional bertindak nyata untuk mengakhiri pembunuhan Muslim Rohingya dan mencegah berlanjutnya pertumpahan darah di Myanmar.
Sejak hari Jumat hingga kini, serangan yang dilakukan tentara Myanmar terhadap minoritas etnis Rohingya di Rakhine telah menewaskan 92 orang dan melukai sejumlah lainnya.
Bersamaan dengan gelombang baru kehadiran tentara Myanmar di Rakhine sejak awal bulan lalu, rangkaian aksi penyerangan dan tekanan terhadap Rohingya semakin tinggi. Akibatnya, ribuan orang etnis Rohingya meninggalkan tempat tinggal mereka untuk menyelamatkan diri menuju Bangladesh.
Dilaporkan, sebanyak 75 ribu orang Rohingya di bulan Juli mengungsi ke Bangladesh.
Myanmar tidak mengakui minoritas Rohingya sebagai bagian dari kelompok etnis di negara ini, dan pemerintah Naypyidaw meyakini Rohingya sebagai imigran asal Bangladesh yang memasuki negaranya.