Jerman Peringatkan Dampak Pembatalan JCPOA
-
Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel
Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel, memperingatkan dampak penarikan diri Amerika Serikat dari kesepakatan nuklir Iran atau Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).
Seperti dilansir Reuters, Gabriel, yang berbicara di sela-sela sidang tahunan Majelis Umum PBB di New York, Rabu (20/9/2017) mengatakan, keputusan AS untuk keluar dari kesepakatan nuklir Iran akan membuat kekuatan lain seperti Korea Utara enggan berpartisipasi dalam perundingan internasional guna mengakhiri program nuklir mereka.
"Kekuatan-kekuatan dunia memiliki kepentingan untuk mempertahankan kesepakatan nuklir dengan Iran," tambahnya.
Jerman ikut membantu menegosiasikan kesepakatan nuklir Iran bersama dengan Rusia, Cina, Inggris, Perancis, dan Amerika Serikat.
Pada 15 Oktober 2017, Presiden Donald Trump harus memutuskan apakah akan mengakui kepatuhan Iran pada kesepakatan tersebut. Jika tidak, Kongres punya waktu 60 hari untuk memutuskan apakah akan menerapkan kembali atau tidak sanksi-sanksi yang dibatalkan sesuai kesepakatan nuklir.
Kesepakatan nuklir antara Iran dan Kelompok 5+1 dilaksanakan pada Januari 2016, tapi AS dengan berbagai alasan sedang bergerak untuk merusak kesepakatan internasional itu. (RM)