Rodney Martin: Pendekatan Anti Iran Trump Tidak Didukung Rakyat AS
-
Rodney Martin, pengamat politik
Rodney Martin, pengamat politik mengatakan, pendekatan terbaru anti Iran dam JCPOA Presiden AS Donald Trump tidak didukung mayoritas warga dan petinggi negara ini.
Martin mantan staf Kongres Amerika Senin (23/10) saat diwawancarai Press TV menekankan, strategi terbaru Trump anti Iran hanya didukung oleh kubu neokonservatif yang haus perang dan Lobi Zionis di Amerika.
Berdasarkan hasil jajak pendapat yang dirilis CNN yang dirilis hari Jumat lalu, 67 persen responden menentang keluarnya Amerika dari Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).
Presiden AS Donald Trump Jumat (13/10) tanpa mengindahkan delapan laporan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang membenarkan komitmen Iran terhadap JCPOA menyatakan tidak akan mengakui kapatuhan Tehran terhadap perjanjian nuklir.
Tak lama setelah aksi Trump yang ditujukan untuk membatalkan kesepakatan internasional ini, Kongres AS memiliki waktu 60 hari untuk mengambil keputusan terkait penjatuhan sanksi baru yang sebelumnya dihentikan sesuai dengan butir JCPOA. Jika Kongres menyetujui pemberlakuan kembali sanksi terhadap Iran, maka Washington akan keluar dari JCPOA.
Trump senantiasa mengecam JCPOA dan menyebutkan kesepakatan buruk. Ia juga menuntut kesepakatan internasional ini dibubarkan. Tentu saja keputusan Trump tersebut menuai kritik luas masyarakat internasional termasuk pihak-pihak yang terlibat di perjanjian nuklir ini. Bahkan banyak petinggi Amerika yang menentang keputusan presiden kontroversial ini. (MF)