Aksi Teror Tewaskan Delapan Warga New York City
-
Serangan teror di Manhattan
Sedikitnya delapan orang tewas dan sejumlah lainnya terluka setelah sebuah kendaraan menabrak warga kota New York City, demikian menurut keterangan polisi dan warga setempat yang juga melaporkan terjadinya tembakan di lokasi.
Insiden terjadi di pusat kota Manhattan pada Selasa (31/10/2017), ketika sebuah truk melaju dengan cepat dari arah yang berlawanan melintasi jalur sepeda di West Side Highway dan menabrak sejumlah pengendara sepeda di dekat tugu World Trade Center.
Menurut para saksi mata, jenazah-jenazah bergeletak tanpa nyawa di jalur sepeda di luar Stuyvesant High School, salah satu sekolah umum, dimana mereka juga mendengar sembilan atau 10 tembakan.
Walikota New York City, Bill de Blasio menilai serangan tersebut "aksi teror pengecut" yang ditujukan terhadap warga sipil tidak berdosa.
Segera setelah insiden itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam tweetnya menulis, "Di NYC, tampaknya terjadi serangan lain oleh seseorang yang sangat sakit dan gila. Petugas keamanan sedang mengikuti peristiwa ini dari dekat. Tidak di Amerika!" tegas Trump seraya menekankan bahwa Amerika Serikat tidak akan membiarkan kelompok teroris Daesh memasuki negara ini, setelah mereka terkalahkan di luar negeri.
Dalam sebuah konferensi pers, Gubernur New York, Andrew Cuomo, mengatakan bahwa tersangka tampaknya bertindak sendiri dan menegaskan, "Tidak ada bukti yang menunjukkan plot atau skema yang lebih luas. Inilah tindakan satu individu yang dimaksudkan untuk menimbulkan rasa sakit dan bahaya dan mungkin kematian."
Penyelidikan awal oleh polisi mengindikasikan bahwa tersangka serangan Selasa itu adalah seorang warga Uzbek berusia 29 tahun, Sayfullo Habibullaevic Saipov, yang datang ke AS pada tahun 2010 dan tinggal di Florida.(MZ)