Babak Baru Rivalitas Rusia dan Amerika
https://parstoday.ir/id/news/world-i48445-babak_baru_rivalitas_rusia_dan_amerika
Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah statemen pada Selasa (19/12/2017) menyatakan, strategi keamanan nasional baru Amerika Serikat sebagai konfrontatif dan diarahkan bukan untuk kerjasama yang konstruktif, tapi menuju konfrontasi dan berusaha mempertahankan dominasi AS atas dunia.
(last modified 2026-04-24T16:42:03+00:00 )
Des 20, 2017 11:00 Asia/Jakarta

Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah statemen pada Selasa (19/12/2017) menyatakan, strategi keamanan nasional baru Amerika Serikat sebagai konfrontatif dan diarahkan bukan untuk kerjasama yang konstruktif, tapi menuju konfrontasi dan berusaha mempertahankan dominasi AS atas dunia.

Menurut keterangan Kemenlu, AS tidak ingin menyaksikan Rusia dan Cina sebagai sebuah kekuatan. Itulah sebabnya, dokumen tersebut penuh dengan bagian-bagian anti-Moskow.

Gedung Putih mengeluarkan strategi keamanan nasional AS yang baru setebal 68 halaman pada Senin lalu. Strategi ini menekankan superioritas AS di kancah internasional dan penguatan kemampuan militernya untuk berperan sebagai kekuatan adidaya.

Dokumen itu menganggap Moskow dan Beijing sebagai tantangan bagi kekuatan, pengaruh, dan kepentingan Washington.

Dokumen strategis keamanan nasional baru AS tampaknya tidak memuat sesuatu yang baru, dan hanya mengulangi kalimat dan klaim yang sudah sering ditekankan oleh para pejabat Gedung Putih.

Poin utama dokumen ini dapat dianggap sebagai upaya untuk melegitimasi kebijakan hegemonik Amerika dan tindakan unilateral mereka, yang tentu saja fokus pada slogan "America First" Presiden Donald Trump.

Menurut seorang pakar, Benjamin Haddad, dokumen strategi keamanan nasional benar-benar selaras dengan kebijakan pemerintahan baru AS dalam satu tahun terakhir. Fokus utama adalah memajukan kepentingan AS dalam rivalitas kekuatan-kekuatan besar baik di bidang militer maupun keamanan dan melawan negara-negara pembangkang.

Tentu, kekuatan-kekuatan seperti Rusia dan Cina – yang menentang hegemoni AS di dunia – dari perspektif dokumen tersebut adalah musuh dan rival berat Amerika.

Seorang pengamat politik, Philip Giraldi mengatakan, strategi keamanan nasional baru AS akan membawa negara itu ke dalam konflik-konflik baru di tingkat internasional.

Ketika menjabarkan strategi keamanan nasional baru AS, Trump secara eksplisit menegaskan Rusia dan Cina ingin menggoyahkan keamanan dan kemajuan Amerika, mereka telah meningkatkan kemampuan militernya, dan menekan warga dengan mengawasi arus informasi.

Trump menekankan rivalitas dengan Rusia dan Cina, dan menuduh kedua negara itu menentang pengaruh Amerika. Seolah Trump menganggap superioritas AS sebagai sebuah hal mutlak dan atas dasar ini, mengecam negara manapun yang menentang mereka.

Oleh karena itu, juru bicara Istana Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, Rusia tidak mengancam Amerika dan menurutnya, strategi keamanan nasional baru AS menyimpan esensi imperialisme.

Dapat dikatakan bahwa penerbitan dokumen keamanan nasional baru AS telah menciptakan pesimisme yang lebih besar Moskow untuk memperbaiki hubungan dengan Washington.

Rusia kecewa dengan berlanjutnya pendekatan sepihak AS dan upayanya untuk mempertahankan sistem unipolar serta tindakan Washington untuk mencegah terciptanya sistem multipolar di dunia. (RM)