Semakin Dekatnya AS dengan Perang Baru
https://parstoday.ir/id/news/world-i54402-semakin_dekatnya_as_dengan_perang_baru
Aleksei Pushkov, Kepala Badan Kebijakan Informasi Senat Rusia, menyatakan bahwa pemilihan Bolton dan Pompeo dapat menggiring Amerika menuju perang baru, dan melalui pemilihan Bolton, Trump menunjukkan tidak memiliki kepercayaan diri. Menurut Pushkov, Trump telah memilih Mike Pompeo dan John Bolton untuk keluar dari Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), namun negara-negara Eropa, termasuk Inggris, menentang pembatalan JCPOA.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Apr 03, 2018 10:27 Asia/Jakarta
  • John Bolton
    John Bolton

Aleksei Pushkov, Kepala Badan Kebijakan Informasi Senat Rusia, menyatakan bahwa pemilihan Bolton dan Pompeo dapat menggiring Amerika menuju perang baru, dan melalui pemilihan Bolton, Trump menunjukkan tidak memiliki kepercayaan diri. Menurut Pushkov, Trump telah memilih Mike Pompeo dan John Bolton untuk keluar dari Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), namun negara-negara Eropa, termasuk Inggris, menentang pembatalan JCPOA.

Pada Maret 2018, Presiden Donald Trump melakukan dua perubahan penting dalam tim kebijakan luar negeri dan keamanannya. Pemecatan dan penunjukkan pejabat baru itu menuai kontroversi mengingat perbedaan pendapat nyata antara pejabat yang dilengserkan dan penggantinya, khususnya terkait JCPOA.

 

Trump pada 22 Maret dalam sebuah pesan di Twitter mencopot Herbert McMaster sebagai penasehat keamanan nasional Gedung Putih, dan menggantikan posisinya dengan John Bolton, mantan duta besar AS untuk PBB. Trump juga memposting pesan Twitter pada 13 Maret, memecat menlunya Rex Tillerson dan menggantikannya dengan Ketua Dinas Rahasia AS (CIA), Mike Pompeo.

 

Menurut pandangan Moskow, penunjukan para pejabat pro-perang ini, khususnya Bolton, yang selalu berbicara tentang strategi militer nti-Iran, memposisika Amerika Serikat selangkah lebih dekat dengan politik konfrontatif dan isu-isu perang dalam kebijakan luar negerinya.

Mike Pompeo

 

Pushkov mengatakan, Pompeo dan Bolton adalah dua pejabat garis keras di bidang skenario perang, di mana keduanya di masa lalu menginginkan solusi militer untuk masalah nuklir Iran. Sekarang, dengan langkah sepihak dan "perannya sebagai polisi dunia" tanpa memperhatikan komitmen internasionalnya termasuk terkait JCPOA, Amerika Serikat mengancam akan keluar dari kesepakatan internasional itu dan senantiasa mengancam negara lain.

 

Dari sudut pandang Rusia, mentalitas hegemoni Amerika sangat berbahaya, dan mengingat sistem unipolar telah digeser dengan sistem polarisasi, oleh karena itu upaya Washington untuk emmaksaka tuntutan dan pendapatnya tanpa memperhatikan kepentingan negara dan kekuatan lain, sangat berpotensi signifikan dalam meningkatkan kemungkinan konflik dan perang. Bagi Amerika Serikat, kegiatan Iran yang mengupayakan kebijakan independen di panggung internasional dan regional tidak dapat diterima. Dan sekarang, Amerika Serikat berusaha mengubah JCPOA dengan dalih cacat, atau mengancam akan keluar dari kesepakatan internasional itu.

 

Meskipun demikian, negara-negara lain dalam Kelompok 5+1 dan bahkan mitra Washington di Eropa menekankan petingnya keberlanjutan kesepakatan internasional tersebut. Selain itu, tidak ada alasan bagi Amerika Serikat untuk keluar dari JCPOA dan melaksanakan semua komitmennya. Trump, dengan kebijakannya dan penunjukkan para pejabat pro-perang, semakin membuat Amerika tetap terisolasi di tingkat internasional.(MZ)