AS Desak Kerjasama Eropa untuk Menekan Iran
https://parstoday.ir/id/news/world-i57226-as_desak_kerjasama_eropa_untuk_menekan_iran
Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS mengatakan, Gedung Putih memiliki kepentingan bersama dengan mitra Uni Eropa dalam menangani program nuklir Iran, pengembangan rudal, dan peran negara itu di kawasan.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
May 21, 2018 09:18 Asia/Jakarta
  • Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk berbicara dengan Presiden AS, Donald Trump saat dia menyambutnya di Markas Uni Eropa tahun lalu.
    Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk berbicara dengan Presiden AS, Donald Trump saat dia menyambutnya di Markas Uni Eropa tahun lalu.

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS mengatakan, Gedung Putih memiliki kepentingan bersama dengan mitra Uni Eropa dalam menangani program nuklir Iran, pengembangan rudal, dan peran negara itu di kawasan.

Seperti dikutip IRNA, dia mengatakan kepada Reuters pada Ahad (20/5/2018) bahwa Washington berharap agar Uni Eropa bisa fokus pada isu-isu seperti perilaku Iran menyangkut program nuklirnya, pengembangan rudal, konflik regional, dan isu-isu lain.

Surat kabar Jerman, Welt am Sonntag mengutip seorang pejabat senior Uni Eropa yang tidak disebutkan namanya, mengklaim bahwa diskusi sedang berlangsung tentang kemungkinan munculnya sebuah kesepakatan baru antara Iran dan kekuatan dunia, yang akan menutupi butir-butir kesepakatan nuklir 2015 dengan beberapa tambahan untuk memuaskan AS.

Namun, tiga pejabat Uni Eropa yang terlibat dalam pembicaraan untuk mencegah Trump keluar dari kesepakatan nuklir, mengatakan bahwa pertemuan Jumat depan di Wina hanya akan membahas pelaksanaan kesepakatan dan tidak akan mencakup isu-isu lain.

Di Tehran, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi menyebut laporan tentang usulan sebuah kesepakatan baru sebagai klaim yang tidak relevan.

"Pertemuan yang akan digelar dalam beberapa hari ke depan oleh komisi gabungan tanpa kehadiran AS, hanya akan mencakup masalah kesepakatan nuklir antara Iran dan anggota lainnya," tegas Qasemi. (RM)