Konferensi Keamanan Singapura, Konfrontasi Amerika dan Cina?
https://parstoday.ir/id/news/world-i58102-konferensi_keamanan_singapura_konfrontasi_amerika_dan_cina
Konferensi Keamanan Singapura atau Dialog Shangri-La ke-17 oleh kalangan media internasional disebut sebagai ajang konfrontasi Amerika dan Cina dan diyakini tidak akan menghasilkan apa-apa akibat kebijakan arogan Washington.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jun 04, 2018 14:25 Asia/Jakarta
  • Konferensi Keamanan Singapura
    Konferensi Keamanan Singapura

Konferensi Keamanan Singapura atau Dialog Shangri-La ke-17 oleh kalangan media internasional disebut sebagai ajang konfrontasi Amerika dan Cina dan diyakini tidak akan menghasilkan apa-apa akibat kebijakan arogan Washington.

Itu sebabnya menteri pertahanan Singapura sebagai tuan rumah konferensi mengkritik Amerika Serikat dan Cina. Ng Eng Hen, Menhan Singapura menekankan bahwa negara-negara ini harus menyesuaikan perilaku mereka dengan mempertimbangan keamanan bersama. Dialog Shangri-La atau Konferensi Asia adalah pertemuan antarpemerintah yang diadakan sejak tahun 2002 oleh Institut Internasional untuk Studi Strategis (ICA) dan tahun ini diselenggarakan di Singapura.

Konferensi Keamanan Singapura

Shangri-La sendiri berasal dari nama hotel di Singapura dan untuk pertama kalinya dijadikan tempat konferensi. Namun, Amerika Serikat selalu berusaha untuk menyampaikan tuntutan-tuntutannya di Konferensi Keamanan Asia demi mempromosikan kebijakannya. Untuk alasan ini, pokok-pokok pembahasan Konferensi Keamanan Asia selalu dipengaruhinya.

Pada konferensi yang baru-baru ini diselenggarakan, Cina dan Korea Utara telah menjadi prioritas utama untuk kebijakan regional AS. Untuk alasan ini, menteri pertahanan AS menyampaikan isu-isu yang terkait dengan Cina dan Korea Utara dan secara umum berhasil mencegah pembahasan lain, sehingga menteri pertahanan Singapura mengritik keras sikap Amerika. Washington mencoba menggunakan setiap kesempatan untuk melakukan tekanan regional terhadap Cina dan memanfaatkan perselisihan antara negara-negara Asia Tenggara dengan Cina di Laut Cina Selatan.

Taktagul Kakchi Kiev, analis politik mengatakan, di era kontemporer dan selama 20 tahun terakhir, Amerika Serikat telah secara aktif mendorong tekanan pada Cina melalui berbagai cara, termasuk dukungan keuangan dari oposisi pemerintah Beijing yang telah menyebabkan penyebaran radikalisme di wilayah tersebut. Baru-baru ini, Amerika Serikat juga memprovokasi negara-negara regional agar anti-Cina.

Selain itu, berkaitan dengan Korea Utara, Amerika Serikat telah mencoba untuk mempermalukan Kim Jong-un dengan menyebut masalah biaya tinggal pemimpin Korut di Singapura dalam proses pertemuan 12 Juni dengan Donald Trump, Presiden Amerika. Di sisi lain, Amerika berusaha meningkatkan tekanan politik regional terhada Korea Utara agar Pyongyang terpaksa menerima pelucutan senjata nuklir. Karena Amerika Serikat menganggap Cina sebagai pendukung paling penting dan yang berada di balik layar politik Korea Utara, Washington mengarahkan tekanannya kepada Cina.

Hotel tempat tinggal pemimpin Korea Utara

Pemimpin redaksi kantor berita resmi Korea Selatan Yonhap meyakini, Cina tidak memiliki keinginan untuk menekan Korea Utara karena khawatir tentang kekacauan di negara ini yang mungkin merembet ke perbatasan Cina.

Bagaimanapun, Amerika Serikat di Konferensi Keamanan Singapura dengan mengadakan berbagai pertemuan bersama sekutunya soal Korea Utara, telah mencoba untuk menciptakan aliansi regional anti-Cina dan Korea Utara. Di sisi lain, mencitrakan masalah keamanan paling penting di kawasan adalah Cina dan Korea Utara. Sementara pemerintah Cina menuduh Amerika Serikat melakukan intervensi dalam urusan internal dan regional.