Pezeshkian: Kemenangan di Medan Perang Harus Disempurnakan di Meja Diplomasi
https://parstoday.ir/id/news/iran-i189812-pezeshkian_kemenangan_di_medan_perang_harus_disempurnakan_di_meja_diplomasi
Pars Today - Presiden Republik Islam Iran menyatakan bahwa preferensi rasional, logis, dan berdasarkan kepentingan nasional adalah melengkapi kemenangan yang diraih angkatan bersenjata Iran di medan perang di bidang diplomasi.
(last modified 2026-05-12T05:26:40+00:00 )
May 12, 2026 12:24 Asia/Jakarta
  • Masoud Pezeshkian, Presiden Iran
    Masoud Pezeshkian, Presiden Iran

Pars Today - Presiden Republik Islam Iran menyatakan bahwa preferensi rasional, logis, dan berdasarkan kepentingan nasional adalah melengkapi kemenangan yang diraih angkatan bersenjata Iran di medan perang di bidang diplomasi.

Dilansir Pars Today, 11 Mei 2026, Masoud Pezeshkian, dalam pertemuan dengan komandan dan para perwira senior Polisi (Faraja), menyatakan, "Angkatan Kepolisian, meskipun menghadapi keterbatasan dan kekurangan sarana, hadir di medan pengamanan internal dengan penuh kewibawaan dan pengorbanan."

Presiden merujuk pada peran bangsa dan angkatan bersenjata Iran dalam menggagalkan musuh. Ia menekankan bahwa bangsa Iran yang bermartabat dan angkatan bersenjatanya yang kuat berhasil mencegah musuh mencapai tujuannya dan memaksanya menerima gencatan senjata dan menghentikan perang.

Pezeshkian kemudian menguraikan tiga opsi ke depan:

- Melanjutkan status quo perang-dan-damai; atau

- Melanjutkan konfrontasi dan perang; atau

- Opsi yang ia dukung, memasuki negosiasi dengan bermartabat, mempertahankan kepentingan nasional, dan mengamankan hak bangsa Iran.

Presiden dengan tegas menyatakan bahwa preferensi rasional dan logis yang didasarkan pada kepentingan nasional adalah menggunakan diplomasi untuk mengamankan kemenangan yang telah dicapai angkatan bersenjata di medan perang, menetapkan hak bangsa Iran dari posisi bermartabat dan kuat.

Pezeshkian memposisikan Iran pada titik balik yang penting. Sementara angkatan bersenjata negara itu mengklaim kemenangan taktis dengan memaksa gencatan senjata dan menghentikan eskalasi AS, presiden Iran mendorong untuk mengubah keberhasilan militer menjadi keberhasilan diplomatik yang langgeng. Pilihannya jelas: negosiasi dari posisi yang kuat, bukan dari posisi lemah. Ini adalah isyarat ke Washington bahwa pertarungan tidak lagi dilakukan di medan perang, tetapi di meja perundingan, dan Tehran datang sebagai kekuatan yang diakui.(Sail)