Upaya Eropa Bentuk Pertahanan Independen dari AS
https://parstoday.ir/id/news/world-i59310-upaya_eropa_bentuk_pertahanan_independen_dari_as
Menteri Luar Negeri dan Pertahanan Uni Eropa Senin (25/6) berkumpul di Luxembrug membahas pembentukan sistem pertahanan Eropa serta langkah-langkah di bidang ini.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 27, 2018 06:47 Asia/Jakarta
  • AS-Eropa
    AS-Eropa

Menteri Luar Negeri dan Pertahanan Uni Eropa Senin (25/6) berkumpul di Luxembrug membahas pembentukan sistem pertahanan Eropa serta langkah-langkah di bidang ini.

Pertemuan ini juga membahas bujet militer dan organisasi serta kondisi logistik militer. Selain isu-isu pertahanan, kondisi Yaman dan perundingan perdamaian di negara ini juga menjadi agenda sidang Luxemburg.

 

Komisi Eropa sejak satu bulan lalu mengumumkan Uni Eropa akan meningkatkan anggaran pertahanannya sekitar 245 juta Euro untuk memajukan prakarsa terbaru dan melanjutkan rencana sebelumnya.

 

Munculnya friksi antara Amerika dan Uni Eropa setelah berkuasanya Donald Trump khususnya terkait isu pertahanan dan peran serta urgensitas Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) serta keluarnya Inggris dari organisasi ini mendorong negara-negara anggota Uni Eropa mulai memperhatikan pengokohan dan mekanisme independen Eropa di bidang pertahanan dan keamanan.

Uni Eropa

 

Meski demikian, Johan Schulz, pengamat militer Jerman menilai pembentukan uni pertahanan Eropa menghadapi kendala hukum. Kini upaya untuk membentuk pasukan Eropa independen, penyusunan strategi global Uni Eropa serta pembentukan lembaga militer dan keamanan Eropa menjadi tren yang terus berkembang.

 

Di antara langkah penting di bidang ini adalah pengguliran rencana dana pertahanan Uni Eropa oleh Komsii Eropa sebagai pilar eksekutif yang termasuk langkah penting dalam membentuk kemampuan defensif independen Eropa. Langkah penting lain adalah pembentukan pusat komando Eropa untuk menggelar operasi di luat perbatasan, perencanaan dan pelaksanaan kemampuan militer (MPCC).

 

Menurut Alexander Noya, wakil Jerman dari partai kiri, Jika Uni Eropa ingin membentuk pengganti NATO di bidang pertahanan, maka terlebih dahulu mereka merinci kebijakan baru pertahanannya. Namun begitu, kerja sama Uni Eropa dengan NATO masih menjadi acuan Brussels.

 

Meski petinggi Uni Eropa menekankan bahwa rencana yang diinginkan Brussels tidak mampu menggantikan NATO atau pun Amerika serta langkah membentuk kemampuan independen Eropa ditujukan untuk merealisasikan tujuan dan mempertahankan kepentingan Eropa, namun munculnya beragam friksi antara kedua pihak serta berlanjutnya represi Trump kepada anggota NATO dari Eropa menambah bujet militer dan saham mereka di NATO telah memicu ketidakpuasan pemerintah Eropa. Kondisi ini juga dinilai sebagai dalih kecenderungan Eropa membentuk sistem pertahanan sendiri.

 

Pemerintah Eropa sampai pada kesimpulan bahwa kini mereka harus independen dan era bergantung kepada Amerika untuk menjaga keamanan Eropa telah usai, khususnya bahwa Trump dengan transparan menekankan bahwa AS tidak lagi ingin memberi tumpangan gratis kepada sekutunya dan bukan saja menginginkan anggaran pertahanan mereka ditanggung sendiri, bahkan Washington juga harus diuntungkan di hubungan ini.

 

Selain itu, terlepas dari jaminan Eropa, langkah yang mereka ambil untuk meriah independensi pertahanan dan militer yang di antaranya untuk membentuk kemampuan Eropa menangani krisis keamanan di dalam negeri, akan memicu ketidakpuasan lebih besar Amerika, karena terealisasinya hal ini sama halnya dengan berkurangnya kapasitas Washington untuk melakukan intervensi dan memainkan peran di berbagai krisis keamanan Eropa.

 

Sementara sikap Amerika di bidang ini juga mendapat dukungan dari sekutu strategisnya, yakni Inggris. Meski demikian sepertinya Uni Eropa bertekad secepatnya meraih independensi pertahanan dan militer. (MF)