Cina dan Perang Dagang Amerika
-
Jubir Deplu Cina Hua Chunying
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Hua Chunying mengkritik Amerika Serikat karena mengobarkan perang dagang di dunia.
Hua Chunying mengatakan, perang dagang Amerika di dunia bukan saja mengubah Beijing menjadi musuh Washington, tapi juga negara-negara lain akan memusuhi Amerika Serikat. Seraya mengisyaratkan bahwa AS demi menjamin kepentingannya rela mengobarkan perang dagang ini, Chunying menambahkan, perang dagang AS akan menurunkan laju perekonomian global dan merusak kepercayaan berbagai pihak terhadap perekonomian dunia.
Meski Amerika mengklaim penerapan tarif 25 persen produk impor dari Cina demi memaksa Beijing mengganti defisit perdagangan dengan Washington, namun pemerintah Cina menilainya bukan saja perang dagang dengan Beijing, tapi dengan seluruh dunia.
Presiden Amerika Donald Trump mengklaim kendala ekonomi negara ini akibat kemudahan Cina mengakses pasar Amerika Serikat. Sementara itu, Washiington dengan menambah tarif impor produk dari Cina juga dapat disebut sebagai pengobaran perang dagang dengan seluruh mitra ekonominya. Dalam hal ini yang paling dirugikan adalah perusahaan Amerika yang memiliki pabrik di Cina dan memiliki saham penting di pasar global.
Scot Kennedy, pengamat ekonomi mengatakan, "Saat ini banyak perusahaan di Cina saling berkompetisi di ekonomi global. Oleh karena itu, perusahaan tersebut sangat khawatir dengan perang dagang AS-Cina yang dapat mengganggu serta menciptakan kesulitan di perdagangan dunia."
Meski Trump berusaha mendukung ekonomi dan industri dalam negeri serta mengurangi angka pengangguran dengan menerapkan tarif terhadap produk impor dari berbagai negara termasuk Cina, namun mengingat keterkaitan ekonomi global, ekonomi Amerika juga tidak akan selamat dari dampak perang dagang yang dikobarkan presiden negara ini.
Ini artinya Cina dan seluruh negara lain akan menerapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk menghadapi kebijakan proteksionisme AS termasuk sanksi impor produk Amerika dan hal ini akan berdampak serius kepada kalangan menengah Amerika.
Wang Shu Wan, pengamat perdagangan Cina mengatakan, "Perilaku AS merusak kepentingan Cina dan keamanan ekonomi negara ini serta mengancam stabilitas ekonomi global. Berdasarkan spirit hukum internasional dan butir ketujuh undang-undang perdagangan luar negeri Cina, setiap negara atau kawasan melancarkan aksi diskriminatif terhadap Cina di sektor perdagangan seperti mencekal, membatasi atau langkah serupa, maka Beijing juga akan melakukan hal yang sama."
Bagaimana pun juga tak diragukan ketika gangguan yang diciptakan Trump merembet ke pasar global minyak, maka ekonomi dunia akan semakin rusak. Oleh karena itu, meski ada upaya Amerika tersebut, bahkan mitra Washington menolak mengiringi kebijakan keliru ekonomi Gedung Putih anti seluruh negara. (MF)