Serangan Udara AS Membantai Warga Sipil Afghanistan
https://parstoday.ir/id/news/world-i60076-serangan_udara_as_membantai_warga_sipil_afghanistan
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam sebuah laporan menyatakan, dalam enam bulan terakhir lebih dari 350 warga sipil Afghanistan tewas atau terluka oleh serangan udara Amerika Serikat. Menurut laporan tersebut, jumlah warga sipil ini tewas atau cedera sejak awal tahun 2018 akibat serangan udara Amerika Serikat di sejumlah provinsi seperti Kunar dan Nangarhar.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jul 21, 2018 11:05 Asia/Jakarta
  • Kejahatan Amerika Serikat di Afghanistan
    Kejahatan Amerika Serikat di Afghanistan

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam sebuah laporan menyatakan, dalam enam bulan terakhir lebih dari 350 warga sipil Afghanistan tewas atau terluka oleh serangan udara Amerika Serikat. Menurut laporan tersebut, jumlah warga sipil ini tewas atau cedera sejak awal tahun 2018 akibat serangan udara Amerika Serikat di sejumlah provinsi seperti Kunar dan Nangarhar.

Pasca perintah Donald Trump, Presiden Amerika Serikat kepada pasukan militer negara ini yang ditempatkan di Afghanistan untuk memulai kembali operasi militer di negara ini, laporan-laporan yang dipublikasikan lembaga-lembaga internal dan internasional soal pembunuhan warga sipil sudah sampai pada taraf mengkhawatirkan.

Serangan udara Amerika ke Afghanistan

Sejak tahun 2001, dimana Amerika menduduki Afghanistan, banyak laporan yang dipublikasikan terkait pembunuhan warga sipil oleh pasukan Amerika Serikat, yang menunjukkan tidak berharganya nyawa manusia oleh Amerika.

Amerika Serikat selama ini menjadikan Afghanistan sebagai tempat melakukan uji coba senjata terbarunya. Sementara di sisi lain, mereka berusaha membunuh warga negara ini dan menciptakan ketakutan di tengah-tengah masyarakat guna mencegah rakyat melakukan protes atas berlanjutnya kehadiran militer Amerika di negaranya.

Hamid Karzai, mantan Presiden Afghanistan mengatakan, Amerika harus menghentikan pembunuhan warga sipil Afghanistan dan berlanjutnya situasi ini sangat mengkhawatirkan. Semua ini menunjukkan tentara Amerika tidak peduli nyawa dan harta rakyat Afghanistan.

Pasukan AS di Afghanistan membunuh rakyat Afghanistan dan memutilasi jasad mereka hanya untuk bersenang-senang. Selain itu, Amerika Serikat menggunakan senjata terlarang seperti bom kimia, kluster dan yang memiliki radioaktif di Afghanistan, dimana PBB dan lembaga-lembaga internasional yang menyebut dirinya pembela hak asasi manusia memilih diam menyaksikan kejahatan tersebut.

Sementara itu, ada banyak kejahatan yang dilakukan oleh perusahaan jasa keamanan swasta seperti Blackwater di Afghanistan yang tidak akan pernah diungkap karena berada di bawah pengawasan sensor ketat media-media Barat.

Ghulam Jilani Zawak, pakar masalah politik mengatakan, Amerika Serikat selalu berusaha mencegah parlemen Afghanistan mengesahkan Konvensi Penggunaan Senjata Terlarang seperti bom kluster. Dengan demikian, Amerika dapat menggunakan senjata yang dilarang berdasarkan hukum internasional, secara bebas di negara ini dan menjadikan Afghanistan sebagai tempat uji coba senjata-senjatanya.

Serangan udara AS ke Afghanistan

Bagaimanapun, Amerika Serikat tengah melanjutkan kejahatannya di Afghanistan. Sementara kalangan politik dan lembaga legislatif negara ini menyebut Amerika melanggar kemerdekaan dan kedaulatan nasional Afghanistan. Ini berarti bahwa Amerika Serikat memandang Afghanistan sebagai koloninya. Itulah mengapa merasa bebas untuk melakukan pembunuhan terhadap warga sipil, tanpa merasa harus mempertanggungjawabkannya kepada satu lembaga pun di Afghanistan atau di lingkungan peradilan internasional.