Langkah Pertama AS Hukum Arab Saudi
https://parstoday.ir/id/news/world-i63392-langkah_pertama_as_hukum_arab_saudi
Departemen Luar Negeri AS telah mencabut visa untuk 21 warga Arab Saudi. Ini merupakan langkah pertama Washington untuk menghukum Riyadh atas kasus pembunuhan jurnalis kritis, Jamal Khashoggi.
(last modified 2026-03-03T12:22:08+00:00 )
Okt 24, 2018 15:28 Asia/Jakarta
  • Presiden AS Donald Trump dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.
    Presiden AS Donald Trump dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.

Departemen Luar Negeri AS telah mencabut visa untuk 21 warga Arab Saudi. Ini merupakan langkah pertama Washington untuk menghukum Riyadh atas kasus pembunuhan jurnalis kritis, Jamal Khashoggi.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan bahwa Departemen Keuangan akan mempertimbangkan tentang penjatuhan sanksi Magnitsky terhadap mereka yang terlibat dalam pembunuhan itu.

"Hukuman ini tidak akan menjadi yang terakhir. Kami telah belajar banyak selama beberapa hari terakhir dan berharap untuk belajar lebih banyak dalam 2-3 hari ke depan," tambahnya.

Presiden AS Donald Trump dalam wawancara dengan The Wall Street Journal, untuk pertama kalinya mengatakan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) kemungkinan terlibat dalam kematian Khashoggi.

Gedung Putih tampaknya berada di bawah tekanan publik dan sekelompok politisi dan media baik di dalam negeri maupun di luar Amerika. Tekanan ini memaksa Washington untuk menjaga jarak dari Riyadh terutama pribadi putra mahkota.

Trump mengatakan dia menyerahkan tanggung jawab kepada Kongres untuk menanggapi pembunuhan Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul.

Kongres AS juga mulai bersikap keras terhadap Saudi meskipun negara itu telah menghabiskan jutaan dolar uang untuk melakukan lobi di Kongres demi kepentingan Riyadh selama beberapa tahun terakhir.

Menurut para politisi AS, ada berbagai alasan mengapa reaksi keras harus ditunjukkan kepada Riyadh. Pemilihan gedung konsulat sebagai lokasi eksekusi telah mengundang kemarahan publik dunia termasuk AS.

Khashoggi tentu bukan orang pertama yang tewas digilas oleh mesin-mesin pembunuh rezim Saudi. Ada banyak laporan dokumenter tentang hilang atau tewasnya beberapa pangeran yang kritis dalam beberapa tahun terakhir. Namun, para politisi Amerika memilih diam terhadap kasus-kasus itu.

Para analis percaya bahwa AS juga harus mengambil tindakan atas sebagian aksi liar dan berbahaya MBS, termasuk blokade ekonomi Qatar dan penahanan Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri selama beberapa hari di Riyadh.

Ketua Dewan Hubungan Luar Negeri AS, Richard Haass menuturkan, "Amerika harus membuang ilusinya tentang putra mahkota Saudi, karena ia telah membuktikan dirinya tidak pantas untuk mendapatkan dukungan seperti ini." (RM)