Amerika Tinjauan dari Dalam 24 November 2018
-
Trump dan Raja Salman
Amerika Serikat selama sepekan terakhir mengalami berbagai peristiwa menarik di antaranya, upaya Trump merampok lebih banyak uang Saudi dengan memanfaatkan isu pembunuhan Khashoggi, Senator AS Tentang Dukungan Trump kepada Arab Saudi, Mattis: Perundingan Damai Yaman akan Digelar 1 Desember, AS Tunda Bantuan Finansial untuk Pakistan, Protes Wakil Demokrat atas Penunjukan Nancy Pelosi sebagai Ketua Kongres dan Bob Corker: Gedung Putih Humas Mohammad bin Salman.
Ingin Keruk Uang Saudi, Trump kembali Nyatakan Dukungan kepada Riyadh
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mendukung kebijakan Gedung Putih untuk menguras uang Arab Saudi.
IRIB melaporkan, Donald Trump Kamis (22/11) meski menuai kritik luas di dalam negeri terkait kebijakan Gedung Putih mendukung Riyadh mengatakan, Arab Saudi sebagai salah satu sekutu strategis dan jangka panjang Amerika telah menanam saham ratusan miliar dolar di Washington dan berhasil menurunkan harga minyak.
Trump menambahkan, jika Arab Saudi tidak membeli peralatan logistik yang diperlukan dari AS, maka saat itu, Riyadh akan membelinya dari Rusia dan Cina.
Trump juga menyinggung hasil penyidikan CIA yang menyimpulkan Mohammad bin Salman, Pangeran Mahkota Arab Saudi terlibat dalam kasus pembunuhan Jamal Khashoggi dan mengatakan, CIA sampai saat ini belum mencapai hasil yang pasti.
Presiden AS ini juga mengisyaratkan hubungan baik Al Saud dengan Israel serta menambahkan, jika kita tidak memiliki Arab Saudi, maka Israel akan menghadapi masalah besar.
Klaim Trump terkait pembunuhan Khashoggi dirilis di saat CIA di laporan terbarunya menekankan bahwa MBS terlibat dalam kasus pembunuhan wartawan ini.
Khashoggi dinyatakan raib sejak 2 Oktober setelah memasuki gedung konsulat Arab Saudi di Istanbul Turki.
Senator AS Tentang Dukungan Trump kepada Arab Saudi
Chuck Schumer, Pemimpin kubu Demokrat di Senat AS meminta Kongres meratifikasi undang-undang yang melarang dukungan presiden dan pemerintah AS terhadap kejahatan Al Saud di Yaman.
Menurut laporan televisi Aljazeera, Senator Chuck Schumer menandaskan, Kongres harus meratifikasi draf undang-undang yang menyatakan Arab Saudi bertanggung jawab atas pembunuhan Jamal Khashoggi, wartawan dan kritikus Riyadh.
"Kongres juga harus meratifikasi undang-undang yang menyatakan Arab Saudi bertanggung jawab atas aksinya di Yaman," papar Chuck Schumer.
Setelah satu bulan dari pengakuan petinggi Al Saud terkait pembunuhan Jamal Khashoggi, sampai kini pelaku dan pemberi instruksi kejahatan ini secara resmi belum diumumkan dan nasib jenazah Khashoggi pun tak jelas.
Mattis: Perundingan Damai Yaman akan Digelar 1 Desember
Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis Rabu (21/11) menyatakan, babak baru perundingan damai Yaman akan digelar 1 Desember di Stockholm, Swedia.
IRIB melaporkan, James Mattis juga mengklaim Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) telah menghentikan serangannya ke al-Hudaydah, di barat Yaman.
Klaim Mattis dirilis ketika jet tempur Arab Saudi selama beberapa hari terakhir berulang kali membombardir al-Hudaydah.
Pelabuhan al-Hudaydah merupakan jalur utama pengiriman bantuan kemanusiaan ke negara ini.
Sementara itu, Utusan khusus sekjen PBB untuk Yaman, Martin Griffiths sebelumnya juga mengkonfirmasikan penyelenggaraan perundingan damai Yaman di Swedia.
Perundingan politik untuk menyelesaikan krisis Yaman sampai saat ini berulang kali gagal karena sabotase Arab Saudi dan sekutunya.
Arab Saudi dengan dukungan AS, Uni Emirat Arab dan sejumlah negara lainnya melancarkan agresi militer ke Yaman sejak Maret 2015. Perang yang dikobarkan Arab Saudi dan sekutunya di Yaman sampai saat ini telah menewaskan lebih dari 14 ribu warga sipil menciderai puluhan ribu lainnya dan memaksa jutaan lainnya mengungsi.
AS Tunda Bantuan Finansial untuk Pakistan
Amerika Serikat kembali mengulang tuduhan terhadap Pakistan dan menunda bantuan finansialnya ke negara itu.
IRIB (21/11/2018) melaporkan, menyusul adu mulut antara Presiden Amerika, Donald Trump dengan Presiden Pakistan, Imran Khan, Juru bicara Departemen Pertahanan Amerika, Pentagon, Rob Manning mengatakan, Amerika menunda penyaluran bantuan keamanan senilai 1,660 miliar dolar ke Pakistan.
Amerika dan Pakistan
Donald Trump, Ahad lalu di Twitternya menulis, miliaran dolar sudah diberikan ke Pakistan dan negara ini tidak pernah sekalipun membantu Amerika dalam memerangi terorisme, termasuk di Afghanistan dan operasi memburu mantan pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden.
Presiden Pakistan, Imran Khan menuturkan, daripada menjadikan Pakistan sebagai tameng untuk menangkis kritikan tentang kekalahan-kekalahannya di kawasan, Amerika lebih baik mengevaluasi hasil operasi militernya di Afghanistan.
Protes Wakil Demokrat atas Penunjukan Nancy Pelosi sebagai Ketua Kongres
Peristiwa penting pekan lalu di Amerika adalah protes 16 wakil Demokrat atas pemilihan Nancy Pelosi sebagai ketua Kongres. Angggota parlemen dari kubu Demokrat ini hari Senin lalu dalam suratnya memprotes penunjukan Pelosi sebagai ketua Kongres.
Ada dua perempuan di antara 16 wakil Demokrat tersebut. Kelompok yang dipimpin oleh Kathleen Rice di suratnya menyatakan, "Demokrat menang dengan slogan perubahan. Kita komitmen untuk mengubah kondisi yang ada saat ini dan berencana menjalankan komitmen tersebut."
Di antara mereka yang menandatangani surat ini, sebelasnya adalah anggota DPR saat ini dan sisanya adalah kandidat yang menang dalam pemilu sela serta akan resmi menjadi anggota Kongres.
Tujuan dari surat ini adalah untuk mencegah Pelosi meraih 218 suara yang diperlukan untuk menjadi ketua Kongres. Marcia Fudge, rival utama Pelosi di pemilihan ketua Kongres tidak bergabung dengan kubu anti Pelosi.
Sementara itu, ketika kubu Demokrat terlibat friksi untuk menentukan ketua Kongres periode 2019-2020, Pelosi mengatakan bahkan jika dirinya berusia 78 tahun, tapi ia tetap sosok yang layak sebagai kandidat ketua kongres.
Bob Corker: Gedung Putih Humas Mohammad bin Salman
Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri Senat AS, Bob Corker mengkritik statemen Presiden Donald Trump yang mendukung Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman (MBS).
IRIB melaporkan, Bob Corker seraya mengkritik statemen Trump yang mendukung Arab Saudi mengatakan, "Saya tidak berpikir, suatu hari saya akan menyaksikan Gedung Putih berubah menjadi lembaga humas putra mahkota Arab Saudi."
Sementara itu, Jeff Flake dalam akun twitternya menulis, sekutu besar tidak akan melakukan konspirasi untuk membunuh seorang wartawan. Wahai bapak presiden "Mitra Besar" tidak akan menyeret warganya untuk melakukan pembunuhan.
Donald Trump Selasa malam dalam sebuah statemen tanpa mengindahkan penyidikan CIA menjelaskan bahwa mungkinMBS terlibat dalam pembunuhan Jamal Khashoggi atau mungkin tidak, tapi ia tetap menekankan bahwa hubungan strategis Washington dan Riyadh akan tetap berlanjut.
Setelah satu bulan dari pengakuan Al Saud akan pembunuhan Jamal Khashoggi di konsulat negara ini di Istanbul Turki, sampai kini para pelaku dan mereka yang memberi instruksi kejahatan ini secara resmu belum diumumkan dan nasib jenazah Khashoggi juga tak jelas.