PBB Khawatir Eskalasi Kekerasan di Pemilu Bangladesh
-
Sekjen PBB Antonia Guterres
Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengungkapkan kekhawatirannya atas eskalasi kekerasan dan penangkapan kubu oposisi pemerintah Bangladesh menjelang pemilu di negara ini.
AFP menambahkan Antonio Guterres Kamis (27/12) menyeru seluruh kubu politik di Bangladesh membantu penerapan stabilitas dan kondisi normal yang jauh dari kekersan sebelum serta ketika penyelenggaraan pemilu dan pemilu yang damai serta dapat dipercaya.
"Rakyat Bangladesh harus merasa tenang dan puas selama penggunaan hak pilih mereka," papar Guterres.
Pemilu parlemen Bangladesh akan digelar hari Sabtu, namun selama bentrokan antara pendukung kubu berkuasa dan partai oposisi di Dhaka, ratusan orang ditangkap.
Selain itu, menurut laporan yang ada, sejak berlangsungnya bentrokan pada 10 Desember lalu sedikitnya enam orang tewas dan lebih dari seribu lainnya terluka.
Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina di hari terakhir kampanye pemilu menuntut partisipasi besar warga di pemilu kali ini.
Di sisi lain, kubu oposisi yang dipimpin oleh Khaleda Zia, istri Ziaur Rahman, mantan presiden Bangladesh menyatakan, atmosfer dan proses penyelenggaraan pemilu tidak bebas dan juga tidak adil. (MF)