Pemerintah Libya: Pasukan Haftar Melakukan Kejahatan Perang
https://parstoday.ir/id/news/world-i69263-pemerintah_libya_pasukan_haftar_melakukan_kejahatan_perang
Juru bicara pemerintah rekonsiliasi nasional Libya Sabtu (13/4) menuding pasukan dibawah komando Kahlifa Haftar, Militer Nasional Libya, melakukan kejahatan perang di Tripoli.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Apr 14, 2019 08:42 Asia/Jakarta
  • Krisis Libya
    Krisis Libya

Juru bicara pemerintah rekonsiliasi nasional Libya Sabtu (13/4) menuding pasukan dibawah komando Kahlifa Haftar, Militer Nasional Libya, melakukan kejahatan perang di Tripoli.

Menurut laporan IRNA, Mohanad Younes mengingatkan militer nasional Libya melakukan kejahatan perang dengan membombardir sekolah, bandara udara, ambulans dan warga sipil.

Krisis Libya

Mohanad Younes menjelaskan, pemerintah rekonsiliasi nasional Libya akan mengambil langkah hukum di tingkat dalam negeri dan internasional terkait kejahatan perang pasukan Haftar di serangan terbaru mereka ke Tripoli.

Bentrokan terbaru di Libya meletus sejak Kamis (4/4) ketika Khalifa Haftar kembali dari kunjungan beberapa harinya ke Riyadh dan bertemu dengan petinggi Arab Saudi. Sejak kembali dari Riyadh, Haftar langsung menginstruksikan serangan ke Tripoli.

Serangan pasukan Haftar ke Tripoli terjadi ketika Sekjen PBB Antonio Guterres Jumat (5/4) bertemu dengan Khalifa Haftar.

Guterres di pertemuan yang digelar di pangkalan militer Ar-Rajma di dekat Benghazi mengaku optimis bentrokan berdarah di Tripoli dapat dicegah.

Libya sejak revolusi 2011 yang berujung pada tumbangnya diktator Mouammar Ghadafi mengalami kekerasan dan instabilitas politik akibat intervensi AS dan sejumlah negara Eropa dan kawasan.

Sejak empat tahun lalu Libya memiliki dua parlemen (parlemen di Tobruk dan Tripoli) dan dua angkatan bersenjata akibat friksi antar kubu dan partai.

Parlemen Tobruk dukungan Militer Nasional Libya di bawah Khalifa Haftar dan pemerintah Rekonsiliasi Nasional di bawah pimpinan PM Fayez al-Sarraj mendapat dukungan Barat dan Amerika Serikat. (MF)