Inggris Khawatirkan Eskalasi Tensi di Teluk Persia
-
Menhan Inggris Penny Mordaunt
Menteri Pertahanan Inggris mengklaim tujuan utama London adalah meredam tensi akibat aksi-aksi Amerika Serikat di Teluk Persia.
IRNA melaporkan, berbicara selama kunjungan pertamanya di markas NATO di Brussels, Penny Mordaunt seraya menyatakan kondisi Teluk Persia mengkhawatirkan juga menambahkan, dirinya memantau kondisi yang ada dan kami akan menunjukkan respon perkasus.
"Inggris memiliki pasukan dan aset besar di kawasan serta siap untuk menghadapi setiap kondisi," paparnya.
Petinggi pemerintah Inggris mengambil sikap kontradiktif terkait peristiwa terbaru di Teluk Persia. Sebelumnya Menteri Luar Negeri Jeremy Hunt mengklaim negaranya mengiringi Amerika dalam menghadapi Iran. Ia mengatakan, "Kami bersama Washington sebagai sekutu utama kami, tetapi kami tidak dapat membayangkan bahwa mereka akan bertanya kepada kami dan kami juga setuju untuk masuk ke dalam perang."
Selama beberapa pekan terakhir, pengiriman pasukan Amerika dan eskalasi sanksi minyak terhadap Iran memicu eskalasi tensi di kawasan.
Hari Kamis (20/6) dini hari sebuah drone mata-mata Amerika, RQ-4 Global Hawk menerobos masuk zona udara Iran di wilayah pegunungan Mobarak, Provinsi Hormozgan, dan langsung ditembak jatuh oleh sistem pertahanan AU IRGC.
Pasca insiden ini, petinggi Amerika mengklaim bahwa nirawak tersebut belum memasuki zona udara Iran dan di tembak di wilayah perairan internasional. (MF)