Iran Tingkatkan Cadangan Uranium yang Diperkaya, AS Tunjukkan Respon
-
Gedung Putih
Gedung Putih menilai langkah Republik Islam Iran meningkatkan volume cadangan uranium yang diperkaya dalam koridor kesepakatan nuklir JCPOA sebagai titik lemah kesepakatan ini.
"Ini sebuah cacat kesepakatan nuklir yang memungkinkan Iran untuk memperkaya uranium," klaim Gedung Putih Senin malam (01/07) seperti dilaporkan IRNA.
Dalam sebuah statemen aneh, Gedung Putih menyebut Iran melanggar JCPOA bahkan sebelum kesepakatan ini ditandatangani.
Statemen ini tanpa mengisyaratkan langkah ilegal Amerika keluar dari JCPOA dan pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB menambahkan, "Kita harus mengembalikan standar Traktat Non Proliferasi Nuklir (NPT) dan tidak mengijinkan Iran melakukan pengayaan uranium."
"Amerika dan sekutunya akan terus melanjutkan represi maksimum terhadap Republik Islam Iran," papar Gedung Putih.
Sementara itu, Juru Bicara Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), Behrouz Kamalvandi Senin (01/07) menyatakan, cadangan uranium yang diperkaya Iran telah melampaui 300 kg.
Langkah Iran ini selaras dengan butir 36 kesepakatan nuklir JCPOA sesuai dengan tenggat waktu 60 hari yang diberikan Tehran kepada anggota tersisa kesepakatan nuklir untuk menjalankan komitmennya khususnya di sektor perbankan dan minyak. (MF)