Rusia dan Dampak Negatif Sanksi AS terhadap Langkah JCPOA Iran
https://parstoday.ir/id/news/world-i71604-rusia_dan_dampak_negatif_sanksi_as_terhadap_langkah_jcpoa_iran
Rusia sebagai salah satu anggota penting kelompok 4+1 menghendaki dilanjutkannya kesepakatan nuklir JCPOA.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 05, 2019 14:05 Asia/Jakarta
  • JCPOA
    JCPOA

Rusia sebagai salah satu anggota penting kelompok 4+1 menghendaki dilanjutkannya kesepakatan nuklir JCPOA.

Keluarnya Amerika Seriakt dari JCPOA Pada Mei 2018 dan pelanggaran janji berulang Eropa untuk mempertahankan kesepakatan nuklir melalui mekanisme untuk meredam dampak negatif sanksi AS terhadap Iran membuat kesepakatan nuklir berada dalam kondisi krisis dan hal ini telah membangkitkan kekhawatiran Rusia.

 

Sikap terbaru Rusia dalam hal ini dinyatakan oleh Juru bicara Kemenlu negara ini, Maria Zakharova hari Kamis (4/7). Ia menegaskan cadangan uraniuam yang diperkaya Iran melampau batas yang telah ditentukan di JCPOA sebagai akibat dari sanksi Amerika terhadap Tehran.

Jubir Kemenlu Rusia Maria Zakharova

"Cadangan uranium Iran telah melewati batasan yang ditentukan JCPOA, namun seperti yang dinyatakan Menlu Sergei Lavrov, hal ini sejatinya terjadi sebagai dampak rasional dan tidak dapat dihindari dari transformasi sebelumnya. Sanksi Amerika terhadap Iran membuat Tehran semakin sulit untuk melaksanakan komitmennya di bawah JCPOA," papar Zakharova.

 

Moskow meyakini bahwa penolakan Washington melanjutkan implementasi komitmennya di JCPOA dan langkah anti kesepakatan nuklir oleh pemerintah Donald Trump, khususnya penerapan kembali sanksi nuklir terhadap Iran dalam dua tahap, sebagai faktor utama kondisi kompleks saat ini. Menurut pandangan Rusia, pendekatan Amerika terhadap Iran sepenuhnya bertentangand engan perimbangan dan hukum internasional serta membahayakan perdamaian dan keamanan regional serta global. Tak hanya itu, sikap anti Amerika terhadap Iran dinilai Moskow meningkatkan potensi konfrontasi.

 

Oleh karena itu, untuk mengakhiri kondisi kritis JCPOA, Amerika bukan saja harus kembali ke perjanjian nuklir ini, bahkan pihak Eropa baik trioka Eropa maupun Uni Eropa secepatnya harus melaksanakan janjinya terhadap Tehran dan menghindari sikap menunda-nunda janji.

 

Masalah penting di sini adalah sikap Tehran yang melampaui cadangan uranium yang telah ditentukan di JCPOA bukan sebuah langkah ilegal. Hal ini juga telah disepakati oleh Rusia. Dalam hal ini, Mikhail Ulyanov, wakil tetap Rusia di PBB hari Kamis menekankan bahwa tidak ada pembatasan bagi cadangan uranium Iran yang diperkaya secara rendah dan Tehran secara sukarela menerima pembatasan ini.

 

Di akun twitternya Ulyanov, saat merespon cadangan uranium Iran yang diperkaya melampaui 300 kg, menulis, tidak boleh dilupakan bahwa dalam prinsipnya tidak ada pembatasan bagi pengayaan uranium yang diperkaya Iran sebagai anggota NPT dan dengan syarat di bawah pengawasan internasional. Selain itu, ia menegaskan bahwa langka Iran dalam kasus ini sejatinya sebuah respon atas sanksi ilegal Amerika khususnya sanksi minyak.

 

Pengamat politik juga memberikan pandangan serupa dalam kasus ini. Kaveh Afrasiabi, Dosen Universitas Boston dalam sebuah wawancara ekslusif membela langkah Iran menurunkan komitmennya di JCPOA dan menekankan, tidak ada larangan untuk memulai pengayaan uranium 20 persen oleh Iran.

 

Menurut Afrasiabi, keputusan Iran sebuah jawaban yang tepat atas pelanggaran janji pihak seberang di JCPOA dan tidak boleh dinilai sebagai faktor yang memicu kekhawatiran di bidang penyebaran nuklir. Program nuklir Iran sepenuhnya dampai dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) juga memiliki akses istimewa ke reaktor nuklir Iran.

 

Mengingat hanya dua hari dari sisa tenggat waktu 60 hari yang diberikan Iran kepada kelompok 4+1, khususnya anggota dari Eropa untuk menjalankan janjinya, tapi Eropa masih meminta Iran bersabar dan meminta waktu lebih banyak untuk merealisasikan janji mereka khususnya terkait INSTEX.

 

Meski demikian kesabaran Iran telah habis. Hal ini juga telah ditekankan oleh Rusia. Menurut prespektif Rusia, implementasi janji Eropa terkait INSTEX dan langkah berbagai negara untuk menjalin perdagangan dengan Iran sama halnya dengan langkah perlawanan terhadap aksi arogan dan sepihak Washington di tinkat internasional khususnya terkait Iran. (MF)