Bentrokan di selatan Tripoli semakin Sengit
-
Bentrokan di selatan Tripoli
Bentrokan antara Tentara Nasional Libya (LNA) dan pasukan pemerintah rekonsiliasi nasional di wilayah al-Ramlah, selatan Tripoli, Libya dilaporkan semakin sengit.
Menurut laporan laman Akhbar Libya, bentrokan yang menggunakan senjata berat dan semi berat meletus sejak Rabu malam (24/07) di wilayah al-Ramlah dan Ain Zara di dekat bandara udara Tripoli dan kedua pihak belum mengalami kemajuan.
Dewan Tinggi Libya pekan lalu seraya memperingatkan serangan dalam waktu dekat pasukan LNA yang dipimpin Khalifa Haftar menyatakan, Mesir, Uni Emirat Arab dan Perancis mendukung serangan ini.
Khalifa Haftar seraya menekankan semakin dekatnya kemenangan menyeru Tentara Nasional Libya untuk siaga dan menuju Tripoli.
Kondisi di Libya semakin keruh sejak 4 April 2019 bersamaan dengan instruksi Khalifa Haftar kepada pasukannya untuk menyerang Tripoli.
Libya terbagi menjadi dua pemerintahan sejak tahun 2011, satu di timur dan yang lainnya di barat.
Pasukan pro Haftar didukung oleh Uni Emirat Arab, Arab Saudi dan Perancis berkuasa di timur Libya, sementara pasukan pemerintah nasional bersatu yang diakui masyarakat internasional mengontrol wilayah barat Libya. (MF)