Dukungan AS untuk Milisi Bersenjata di Suriah
https://parstoday.ir/id/news/world-i72802-dukungan_as_untuk_milisi_bersenjata_di_suriah
Media-media pemerintah Turki baru-baru ini mengabarkan bahwa Ankara dan Washington mencapai kesepakatan untuk membentuk zona aman di wilayah Suriah.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Aug 13, 2019 05:49 Asia/Jakarta
  • Peralatan militer dan alat berat milik AS di Suriah.
    Peralatan militer dan alat berat milik AS di Suriah.

Media-media pemerintah Turki baru-baru ini mengabarkan bahwa Ankara dan Washington mencapai kesepakatan untuk membentuk zona aman di wilayah Suriah.

Namun, AS juga mengirim kendaraan untuk mengangkut bantuan militer kepada etnis Kurdi di Suriah. Pemerintah AS pada dasarnya tetap menyediakan dukungan militer kepada milisi dan kelompok-kelompok bersenjata Kurdi di negara Arab itu.

Sebanyak 70 kendaraan AS termasuk kendaraan lapis baja dan alat berat tiba di daerah yang dikendalikan oleh Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) di timur Suriah.

Anehnya, keputusan itu diambil setelah pemerintah Turki-AS mencapai kesepakatan untuk membentuk zona aman di Suriah. Militer Turki juga telah merencanakan babak baru serangan terhadap milisi Kurdi di negara tersebut.

Juru bicara Departemen Pertahanan AS, Sean Robertson kepada wartawan mengatakan tujuan pembicaraan intensif antara Washington-Ankara adalah untuk menyusun sebuah panduan jangka panjang dan bertahap demi mengurangi kekhawatiran Turki.

Untuk melaksanakan kesepakatan tersebut, kedua pihak sepertinya sepakat untuk mendirikan pusat operasi gabungan di Turki.

Kedutaan AS di Ankara dalam sebuah pernyataan mengatakan pusat operasi gabungan ini bertujuan untuk membangun koridor perdamaian dan pemulangan pengungsi Suriah dari Turki.

Pasukan AS bersama milisi Kurdi di Suriah.

Namun para pengamat Turki punya pendapat lain mengenai hal ini. Mantan jenderal Turki dan pengamat masalah militer, Ali Er kepada kantor berita Xinhua, menuturkan kesepakatan zona aman Turki-AS tidak dapat menghapus kekhawatiran Ankara mengenai "negara" Kurdi. Terlebih, otorita Kurdi di utara Suriah yang dikendalikan oleh YPG secara bertahap akan diakui secara resmi, sementara Turki menganggap pasukan YPG sebagai teroris.

"Kesepakatan ini bukan langkah yang akan menyelesaikan masalah keamanan Turki," tambahnya.

Kesepakatan Turki-AS benar-benar tidak sejalan dengan perilaku dan kebijakan kedua pihak di Suriah. Dapat dikatakan bahwa implementasi kesepakatan ini akan memperburuk situasi kritis di perbatasan Turki dengan Suriah, terutama militer Suriah sedang merebut kembali daerah-daerah yang diduduki teroris di negara itu. Kesepakatan Ankara-Washington juga dapat menghambat upaya pemerintah Damaskus untuk mempertahankan keutuhan wilayah Suriah.

Oleh karena itu, kemajuan militer Suriah dalam mengusir teroris selalu dihalangi dan para teroris juga memanfaatkan kesempatan ini untuk menyusun kembali kekuatannya dan berpindah ke daerah yang lebih aman.

Para pejabat Ankara sebelum ini bersikeras untuk membentuk zona aman sepanjang 32 kilometer di utara Suriah dan kemudian mengusir milisi Kurdi dari zona tersebut. Namun, Washington berpendapat bahwa zona itu bisa dibentuk lebih kecil dari usulan Ankara, dan militer kedua negara dapat sama-sama mengontrol daerah tersebut demi menghilangkan kegundahan Turki.

Dapat disimpulkan bahwa kesepakatan zona aman antara Turki-AS tidak hanya akan menghapus kekhawatiran Ankara, tetapi juga dapat memperburuk situasi di Suriah. (RM)