Langkah AS Tutupi Kekurangan Pasokan Minyak Saudi
-
Presiden Donald Trump dan Raja Salman di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. (dok)
Serangan pasukan Yaman ke fasilitas pengolahan minyak Arab Saudi di Abqaiq dan Khurais, telah menghentikan separuh dari produksi minyak negara itu dan membuat gejolak di pasar dunia.
Presiden Donald Trump pada Ahad (15/9/2019) malam, mengizinkan penggunaan cadangan minyak strategis AS untuk menstabilkan pasar setelah drone-drone Yaman menyerang fasilitas minyak Saudi.
"Karena serangan terhadap Arab Saudi, yang mungkin berdampak pada harga minyak, saya telah mengizinkan pelepasan minyak dari Cadangan Minyak Strategis, jika diperlukan dalam jumlah yang akan ditentukan," tulis Trump di akun Twitter-nya.
Langkah itu diambil atas dasar kekhawatiran Gedung Putih terhadap kenaikan harga minyak di pasar dunia.
Para pakar memperkirakan bahwa harga minyak bakal naik 10 dolar per barel karena setengah dari produksi minyak Saudi terhenti. Setelah fasilitas minyak Saudi diserang, harga minyak mentah brent pada hari ini sempat naik 19 persen menjadi 71,95 dolar per barel.
Televisi Bloomberg juga mengabarkan tentang kenaikan 19 persen harga minyak setelah drone-drone Yaman menyerang infrastruktur milik perusahaan Aramco Saudi.
Penasihat senior Gedung Putih, Kellyanne Conway sebelumnya mengatakan jika diperlukan, Kementerian Energi AS siap menggunakan cadangan strategisnya untuk menstabilkan pasar minyak dunia.
Keputusan Trump melepas cadangan minyak strategis AS memiliki tujuan ganda. Dia sedang berusaha agar harga minyak di pasar global bisa turun. Pemerintah AS mengatakan harga minyak harus lebih rendah dari harga sekarang. Oleh karena itu, Trump selalu meminta sekutunya di Arab khususnya Saudi untuk mengerek produksinya sehingga harapan AS tercapai.
Permintaan itu juga terkait dengan sanksi minyak AS terhadap Iran dan Venezuela, yang menyebabkan berkurangnya pasokan di pasar. Namun, harapan AS kembali menemui tantangan setelah fasilitas minyak Saudi mengalami rusak parah.
Perusahaan konsultasi, Energy Aspects memperkirakan bahwa Arab Saudi akan dapat memulihkan hampir setengah dari produksi yang hilang pada Senin ini, tetapi mereka membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk pemulihan total.
Menurut para pakar, infrastruktur perusahaan Aramco mengalami kerusakan serius akibat serangan drone Yaman dan mustahil bisa diperbaiki dalam waktu singkat.
Keputusan Trump juga bertujuan untuk menekan harga minyak di pasar Amerika sehingga produk-produk turunan minyak bumi seperti bensin bisa lebih murah. Tidak adanya kenaikan harga bensin di AS sangat penting bagi Trump untuk mendulang suara pada pemilu presiden 2020.
Sebaliknya jika harga bensin naik, rakyat Amerika akan memandang Trump tidak becus dan enggan memberikan suara kepadanya, karena dukungan Gedung Putih atas agresi Arab Saudi di Yaman telah mendorong pasukan Yaman menyerang fasilitas minyak negara itu dan memicu kenaikan harga secara global. (RM)