PBB: Tak Jelas Pelaku Serangan ke Instalasi Minyak Arab Saudi
-
Martin Griffiths
Berbeda dengan tudingan petinggi Amerika Serikat, utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan, pelaku serangan ke instalasi minyak Arab Saudi sampai saat ini belum jelas.
"Sampai saat ini sepenuhnya belum jelas siapa pelaku serangan ini," ungkap Martin Griffiths Senin (16/09) di sidang Dewan Keamanan PBB seraya mengisyaratkan berlanjutnya kejahatan koalisi Arab Saudi terhadap rakyat Yaman seperti dilaporkan Reuters.
Unit drone militer dan komite rakyat Yaman Sabtu (14/09) mengirim 10 drone produk dalam negeri dan menyerang kilang minyak Buqayq dan Khurais milik perusahaan minyak nasional Arab Saudi (Aramco).
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo hari Ahad (15/09) di akun twitternya tanpa menunjukkan bukti mengklaim bahwa Republik Islam Iran berada di balik serangan ini.
Sementara itu, petinggi Yaman berulang kali menekankan bahwa kekuatan defensif militer negara ini sepenuhnya dalam negeri dan meski diblokade oleh Riyadh, kekuatan ini semakin meningkat.
Arab Saudi dengan dukungan AS dan Uni Emirat Arab serta sejumlah negara lain melancarkan agresi militer ke Yaman sejak Maret 2015 dan memblokade negara ini dari darat, udara dan laut.
Perang yang dikobarkan Arab Saudi beserta sekutunya di Yaman sampai saat ini telah menewaskan lebih dari 16 ribu orang, menciderai puluhan ribu lainnya dan memaksa jutaan warga Yaman mengungsi. (MF)