Pompeo kembali Gulirkan Klaim Tak Berdasar Anti Iran
-
Pompeo
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo Rabu (18/09) malam tanpa mengajukan bukti kembali menyebut Republik Islam Iran bertanggung jawab atas serangan ke instalasi minyak Arab Saudi.
Menurut laporan FNA, Mike Pompeo di Jeddah seraya mengulang klaim tak berdasar anti Iran mengklaim, serangan ke instalasi Arab Saudi bukan dilancarkan dari Yaman tapi dari Iran.
Pompeo juga menyatakan, AS bersama Uni Emirat Arab dan Arab Saudi serta sekutu Eropanya telah menggelar lobi terkait pembentukan koalisi anti Iran.
Menlu AS Sabtu malam juga mengulang klaim tak berdasar terhadap Iran dan menuding Tehran berada di balik layar serangan drone Yaman ke instalasi minyak Aramco Arab Saudi.
Amerika setelah keluar secara ilegal dari Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) 8 Mei 2018, mulai meluncurkan kampanye besar-besaran untuk menerapkan represi terhadap Iran.
Klaim dan tudingan tak berdasar ini dirilis ketika pasukan relawan rakyat Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan ke instalasi minyak Arab Saudi.
Unit drone militer dan komite rakyat Yaman Sabtu (14/09) mengirim 10 drone produk dalam negeri dan menyerang kilang minyak Buqayq dan Khurais milik perusahaan minyak nasional Arab Saudi (Aramco).
Pasca serangan ini Juru bicara militer Yaman,Yahya Saree dalam statemennya menjelaskan, operasi tersebut dilakukan dalam koridor hak legal bangsa Yaman membalas kejahatan koalisi Arab Saudi dan blokade lima tahun terhadap Yaman.
Arab Saudi dengan dukungan AS dan Uni Emirat Arab serta sejumlah negara lain melancarkan agresi militer ke Yaman sejak Maret 2015 dan memblokade negara ini dari darat, udara dan laut.
Perang yang dikobarkan Arab Saudi beserta sekutunya di Yaman sampai saat ini telah menewaskan lebih dari 16 ribu orang, menciderai puluhan ribu lainnya dan memaksa jutaan warga Yaman mengungsi.
Arab Saudi dan Amerika sampai saat ini gagal meraih ambisinya di Yaman mengembalikan Abd Rabbuh Mansur Hadi ke tampuk kekuasaan karena perlawanan rakyat Yaman. (MF)