Erdogan Ancam Banjiri Eropa dengan Pengungsi
-
Ilustrasi pengungsi Suriah di Turki.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, memperingatkan bahwa negara-negara Eropa akan merasakan dampak dari gelombang baru pengungsi jika mereka tidak mau bekerjasama.
"Turki tidak mampu sendirian menangani gelombang baru pengungsi dari Suriah. Lebih dari 80.000 orang yang melarikan diri dari konflik di Idlib, Suriah mulai bergerak ke perbatasan Turki," ujarnya pada hari Minggu (22/12/2019) seperti dikutip kantor berita IRIB.
"Jika kekerasan di Idlib tidak berakhir, jumlah ini akan meningkat lebih lanjut," kata Erdogan.
Pada Oktober lalu, militer Turki menggelar operasi militer selama delapan hari di Suriah Utara dengan alasan membersihkan perbatasannya dari militan Kurdi, yang dicap sebagai teroris oleh Ankara.
Pemerintah Ankara baru-baru ini menyatakan Uni Eropa tidak memenuhi seluruh komitmennya terkait pengungsi yang tinggal di Turki. Eropa hanya menyalurkan dana 2,7 miliar euro dari total 6 miliar euro yang dijanjikan untuk menangani masalah pengungsi di Turki.
Pada 2016, Turki bersedia menghalau pergerakan pengungsi ke negara-negara Eropa dengan imbalan menerima bantuan dana dari Uni Eropa. (RM)