Petinggi Eropa: Brexit Rusak Solidaritas Eropa
-
Brexit
Wakil ketua Komisi Eropa menilai Brexit sesuatu yang tidak perlu yang dapat merusak solidaritas Eropa.
Menurut laporan IRNA, Frans Timmermans Kamis (28/12) di Koran The Guardian menulis, penyelenggaraan referendum Brexit di tahun 2016 oleh pemerintah Konservatif David Cameron, mantan perdana menteri Inggris, tidak perlu.
Kepada Inggris di tulisannya, Timmermans menulis, "Kalian saat itu ragu-ragu terkait waktu keluar dari Uni Eropa dan alangkah baiknya jika kalian tetap ragu, karena itu menguntungkan kalian dan solidaritas kita sebagai Uni Eropa juga tetap terjaga."
"Di proses ini, Kalian dan kita menanggung kerusakan yang tidak perlu dan Saya khawatir kerusakan ini semakin besar," paparnya.
Deputi ketua Komisi Eropa ini menyambut kembalinya Inggris di Uni Eropa.
Kurang dari 53 persen warga Inggris Raya di referendum 23 Juni 2016 menyetujui negaranya keluar dari Uni Eropa.
Menurut jadwal yang diumumkan, Inggris akan keluar dari Uni Eropa secara resmi pada 31 Januari 2020. (MF)