Sanksi Baru Amerika terhadap Iran
https://parstoday.ir/id/news/world-i77459-sanksi_baru_amerika_terhadap_iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menerapkan kebijakan tekanan maksimum terhadap Iran dan memberlakukan sanksi yang paling keras terhadap negara ini sejak Agustus 2018.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jan 11, 2020 13:11 Asia/Jakarta
  • Sanksi Baru Amerika terhadap Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menerapkan kebijakan tekanan maksimum terhadap Iran dan memberlakukan sanksi yang paling keras terhadap negara ini sejak Agustus 2018.

Pemerintah AS pada hari Jumat (10/1/2020) kembali menjatuhkan sanksi terhadap Iran meskipun sanksi-sanksi itu terbukti tidak efektif. Trump mengumumkan sanksi baru terhadap Iran sebagai reaksi atas serangan rudal pasukan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Departemen Keuangan AS dalam sebuah statemen pada Jumat kemarin, mengumumkan sanksi terhadap delapan pejabat tinggi Iran termasuk Sekjen Dewan Kebijaksanaan Negara Mohsen Rezaei, Sekjen Dewan Tinggi Keamanan Nasional Ali Shamkhani, dan Wakil Koordinator IRGC Mohammad Reza Naqdi.

Para pejabat tersebut dilarang memasuki Amerika dan aset mereka di negara itu juga dibekukan.

Para pejabat Iran berulang kali menegaskan bahwa mereka tidak bergantung pada AS dan tidak gentar terhadap sanksi.

Departemen Keuangan AS menambahkan bahwa 17 produsen utama logam dan perusahaan-perusahaan pertambangan di Iran – termasuk jaringan tiga entitas perusahaan yang bermarkas di Cina dan sebuah kapal yang terlibat pengiriman produk logam Iran – berada di bawah sanksi baru Washington.

"Bersamaan dengan sanksi tersebut, Trump menandatangani sebuah perintah eksekutif untuk membatasi sumber pendapatan yang digunakan Iran di sektor manufaktur, pertambangan, tekstil, dan sanksi pihak-pihak yang terlibat di sektor itu," kata pernyataan pemerintah AS.

Kebijakan tekanan maksimum ini bertujuan untuk mendorong sebuah kesepakatan baru dengan Tehran, yang mengakomodasi semua kepentingan Washington.

Pemerintahan Trump berulang kali menyampaikan bahwa sanksi yang belum pernah terjadi dalam sejarah akan diterapkan untuk memaksa Iran tunduk di hadapan tuntutan ilegal AS.

Namun, Iran secara tegas menolak tunduk pada arogansi AS dan mengubah sanksi-sanksi tersebut menjadi peluang.

Trump sudah kehabisan cara selain mengumumkan sanksi baru terhadap para pejabat Tehran dan sektor ekonomi, padahal sudah hampir tidak tersisa lagi sektor yang belum disanksi oleh Washington.

AS bahkan tidak mempedulikan lagi rasa kemanusiaan dalam menerapkan sanksi, dan kebijakan tekanan maksimum ini telah menargetkan sektor obat-obatan dan bahan pangan.

Sanksi tidak manusiawi AS ini secara sengaja membatasi akses warga Iran terhadap obat-obatan penting, khususnya untuk pasien yang menderita penyakit kronis.

Meski demikian, Tehran telah melewati fase tekanan maksimum yang diterapkan Washington. Lembaga-lembaga keuangan internasional termasuk Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional dalam laporan barunya menyatakan sanksi tidak lagi berdampak pada ekonomi Iran dan roda perekonomian Iran dapat kembali berjalan normal pada tahun 2020. (RM)