Uni Eropa Sambut Transparansi Iran soal Insiden Jatuhnya Pesawat Ukraina
https://parstoday.ir/id/news/world-i77487-uni_eropa_sambut_transparansi_iran_soal_insiden_jatuhnya_pesawat_ukraina
Ketua Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Sabtu (11/01) malam seraya mengumumkan bahwa dirinya telah menerima surat Menlu Iran Mohammad Javad Zarif terkait insiden jatuhnya pesawat sipil Ukraina, menyambut transparansi Tehran di kasus ini.
(last modified 2026-04-16T09:28:48+00:00 )
Jan 12, 2020 09:27 Asia/Jakarta
  • Josep Borrell
    Josep Borrell

Ketua Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Sabtu (11/01) malam seraya mengumumkan bahwa dirinya telah menerima surat Menlu Iran Mohammad Javad Zarif terkait insiden jatuhnya pesawat sipil Ukraina, menyambut transparansi Tehran di kasus ini.

Josep Borrell di akun Twitternya menilai penting transparansi Tehran di insiden ini. Demikian di laporkan IRNA.

Borrell juga mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban.

Juru bicara Kemenlu Iran, Sayid Abbas Mousavi Sabtu malam seraya mengungkapkan penyesalan mendalamnya atas meninggalnya 176 penumpang pesawat Ukraine International Airlines dan menyatakan simpatinya kepada keluarga korban, mengkonfirmasi pembentukan sebuah tim khusus di deputi bidang parlemen dan warga Iran di kemenlu negara ini untuk menindaklanjuti permintaan keluarga korban.

Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif Sabtu malam di akun Twitternya juga mengkonfirmasi kesiapan Kemenlu Iran untuk membantu keluarga korban insiden tersebut.

Rabu (08/01) pagi sebuah pesawat milik Ukraine International Airlines yang tengah terbang dari Tehran menuju Kiev jatuh di dekat Tehran dan seluruh penumpangnya yang berjumlah 176 meninggal dunia.

Staf Umum Militer Iran Sabtu pagi mengumumkan bahwa pesawat naas ini tertembak karena kesalahan manusia (human error).

Hassan Rouhani Sabtu (11/01) di statemennya seraya mengisyaratkan pengumuman staf umum angkatan bersenjata Iran terkait insiden jatuhnya pesawat sipil Ukraina seraya mengungkapkan penyesalannya atas insiden ini dan simpatinya kepada bangsa, pemerintah dan keluarga korban menjelaskan, menyusul agitasi ancaman dan intimidasi AS terhadap bangsa Iran, angkatan bersenjata negara ini untuk membela diri dari serangan potensial militer Amerika dalam kondisi siaga penuh dan disesalkan bahwa human error telah mengakibatkan tragedi besar dan menelan korban puluhan manusia tak berdosa. (MF)