Amerika Tinjauan dari Dalam 18 April 2020
https://parstoday.ir/id/news/world-i80494-amerika_tinjauan_dari_dalam_18_april_2020
Dinamika Amerika Serikat selama beberapa hari terakhir diwarnai berbagai isu di antaranya mengenai blunder Presiden AS yang memutus bantuan finansial negaranya terhadap WHO.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Apr 17, 2020 15:43 Asia/Jakarta
  • Presiden AS, Donald Trump
    Presiden AS, Donald Trump

Dinamika Amerika Serikat selama beberapa hari terakhir diwarnai berbagai isu di antaranya mengenai blunder Presiden AS yang memutus bantuan finansial negaranya terhadap WHO.

Selain itu, tanggapan Dirjen WHO terhadap keputusan Trump yang menangguhkan pendanaan untuk organisasi kesehatan internasional ini, statemen Ketua DPR AS supaya jangan mendengarkan Trump dan perhatikan arahan pakar, pernyataan CIA bahwa obat corona yang disarankan Trump mematikan, Perahu Militer Iran mengepung kapal perang AS di Teluk Persia, dan media internasional membongkar operasi nuklir rahasia AS di Jerman.

 

 

Trump Hentikan Bantuan Finansial untuk WHO

Amerika Serikat menghentikan bantuan finansialnya kepada Organisasi kesehatan Dunia (WHO), dan melancarkan propaganda menyerang organisasi kesehatan internasional tersebut.

Gedung Putih dalam sebuah pernyataan hari Kamis (16/4/2020) mengungkapkan bahwa anggota kelompok tujuh menyerukan reformasi yang lebih luas dari WHO untuk memastikan bahwa organisasi kesehatan internasional memainkan perannya dengan baik.

Ketika sebagian besar negara dunia sedang berjuang melawan penyebaran virus corona, Presiden AS, Donald Trump mhari Rabu justru mengumumkan penghentian bantuan finansial AS terhadap Organisasi Kesehatan Dunia. Trump dihujani kritik di Amerika Serikat sendiri karena gagal menangani penyebaran Covid-19. Ia juga dikecam komunitas internasional dalam beberapa hari terakhir karena berulangkali menuding WHO berpihak kepada Cina dan berusaha menyembunyikan informasi awal tentang virus corona.

Presiden AS juga menuding Organisasi Kesehatan Dunia melakukan kesalahan dalam mengelola penanganan virus corona. Hingga kini Amerika Serikat tetap menjadi debitur utama Organisasi Kesehatan Dunia dengan utang sekitar  200 juta dolar. Kontribusi wajib Washington terhadap pendanaan Organisasi Kesehatan Dunia sebesar 400 juta dolar. Langkah Trump menghentikan pendanaan Organisasi Kesehatan Dunia bertujuan untuk memaksakan kepentingan Gedung Putih di organisasi internasional ini.

 

Tedros Adhanom Ghebreyesus

 

WHO Tanggapi Keputusan Trump Tangguhkan Pendanaan

Dirjen Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus menyayangkan keputusan Presiden AS Donald Trump, yang menangguhkan pendanaan untuk badan PBB ini di tengah pandemi Corona.

"Kami menyesali keputusan presiden AS yang menghentikan pendanaan untuk WHO," kata Tedros dalam konferensi pers di Jenewa, Kamis (16/4/2020).

"WHO akan bekerja dengan para mitra untuk menutupi kekurangan anggaran dan memastikan pekerjaan kami berlanjut tanpa gangguan," tegasnya.

Pada Selasa lalu, Trump menghentikan pendanaan AS untuk WHO di tengah perang melawan pandemi virus Corona.

Trump sedang menghadapi banyak kritik atas caranya menangani wabah Corona di Amerika. Namun dia justru menyalahkan kinerja WHO atas penyebaran virus Corona.

Banyak pihak mengecam keputusan Trump menghentikan pendanaan untuk WHO, dan sejumlah besar negara juga mengkritik langkah tersebut.

 

 

penyebaran virus corona di AS

 

Rusia Kritik Langkah Destruktif AS terhadap Cina dan WHO

Kementerian Luar Negeri Rusia menilai upaya para pejabat AS untuk menyalahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Cina atas penyebaran virus corona sebagai tindakan tidak adil dan destruktif.

"Upaya pemerintah AS untuk menyalahkan pihak lain atas penyebaran virus corona telah menimbulkan kekhawatiran Moskow," kata kemenlu Rusia dalam pernyataan Senin (13/4/2020).

"Tuduhan para pemimpin AS terhadap Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak dapat dibenarkan dan tidak bisadipertanggungjawabkan," tegasnya.

Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump mengkritik Organisasi Kesehatan Dunia dan menuduhnya terlalu berlebihan memusatkan perhatian terhadap Cina dan memberikan nasihat yang tidak akurat tentang rentang masa penyebaran wabah virus corona.

Trump juga mengancam akan memotong bantuan AS ke Organisasi Kesehatan Dunia. WHO telah membantah tuduhan presiden AS tersebut.

Beberapa hari yang lalu, Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam cuitan di akun Twitternya menulis bahwa dirinya menjadi sasaran serangan rasis dan ancaman pembunuhan beberapa kali atas pernyataan sikap para ahli di lembaganya mengenai situasi berbagai negara dunia dalam menangani Covid-19.

 

Ketua DPR AS, Nancy Pelosi

 

Ketua DPR AS: Jangan Dengarkan Trump, Perhatikan Arahan Pakar

Ketua DPR Amerika Serikat, Nancy Pelosi, Selasa (14/4/2020) meminta masyarakat untuk mengabaikan pendapat Presiden Donald Trump terkait pandemi Virus Corona, dan mendengarkan anjuran para pakar kesehatan.

Situs The Hill (14/4) menulis, Nancy Pelosi dalam suratnya untuk anggota DPR dari Partai Demokrat menuding Trump telah melemahkan kemampuan Amerika dalam memerangi Virus Corona, membubarkan salah satu kantor pelayanan publik, dan menipu masyarakat terkait keberhasilan Gedung Putih mengatasi pandemi global.

Pelosi menegaskan, hasilnya adalah kematian yang tidak perlu, dan bencana ekonomi.

"Mulai saat ini warga Amerika harus mengabaikan kebohongan, dan mulai mendengarkan para pakar untuk menjaga keselamatan diri, dan orang yang kita cintai," ujarnya.

Trump dikritik keras karena dianggap mengabaikan peringatan awal pejabat kesehatan Amerika terkait ancaman wabah Corona di negara itu, dan ia sengaja menunda penerapan kebijakan "social distancing" selama berminggu-minggu padahal kondisi mendesak untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19.

 

 

Dinas Intelejen AS

 

CIA: Obat Corona yang Disarankan Trump, Mematikan

Dinas Intelijen Amerika Serikat, CIA memperingatkan semua karyawannya terkait konsumsi obat Corona yang disarankan Presiden Donald Trump, dan efek sampingnya yang serius.

Surat kabar Washington Post, Selasa (14/4/2020) melaporkan, CIA meminta karyawannya tidak mengkonsumsi obat anti-malaria Hydroxychloroquine, yang baru-baru ini disarankan Trump untuk menyembuhkan Covid-19, karena menurutnya obat itu memiliki efek samping berbahaya, bahkan dapat menyebabkan kematian.

Peringatan ini disampaikan di salah satu situs milik karyawan CIA untuk menjawab banyak pertanyaan seputar Virus Corona.

Dalam pengumuman di situs itu disebutkan, saat ini konsumsi obat malaria Hydroxychloroquine tidak dianjurkan kecuali dengan resep dokter, sebagai bagian dari proses penelitian, karena efek sampingnya cukup serius, dan bahkan bisa mengakibatkan kematian tiba-tiba.

Pada bulan Maret 2020, Trump di akun Twitternya tanpa mengajukan bukti ilmiah yang akurat, mengklaim bahwa obat malaria Hydroxychloroquine dapat menyembuhkan Corona.

 

Foto kapal perang AS dikepung kapal Iran, CENTCOM

 

CENTCOM: Perahu Militer Iran Dekati Kapal Perang AS

Komando Pusat Pasukan Teroris AS di Asia Barat (CENTCOM) mengklaim bahwa beberapa perahu militer Iran telah mendekati kapal perang Amerika di Teluk Persia.

CENTCOM dalam sebuah pernyataan, Rabu (15/4/2020) mengatakan 11 perahu militer Iran telah mengganggu pergerakan enam kapal perang Amerika di Teluk Persia.

Tuduhan itu dilontarkan ketika CENTCOM sendiri berulang kali melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum internasional di kawasan.

Pada 20 Juni 2019, sebuah drone Global Hawk Amerika memasuki wilayah Iran secara ilegal dan kemudian ditembak jatuh oleh pasukan Korps Garda Revolusi Islam (Pasdaran).

Belum lama ini, sebuah jet tempur F-18 pasukan teroris Amerika mendekati wilayah udara Iran dan kemudian mengubah arah setelah mendapat peringatan dari sistem pertahanan udara militer Republik Islam.

Republik Islam menegaskan bahwa Iran berhak untuk mengawasi pergerakan kapal perang dan pesawat militer di perairan Selat Hormuz dan Teluk Persia. Iran akan menindak mereka jika memasuki wilayahnya secara ilegal.

 

Hulu ledak nuklir AS

 

Media Bongkar Operasi Nuklir Rahasia AS di Jerman

Berbagai media mengkonfirmasikan operasia rahasia militer Amerika Serikat di musim gugur 2019 dengan target meremajakan 20 bom nuklirnya di Jerman.

Majalah mingguan Spiegel hari Sabtu (11/04/2020) menulis, pada musim gugur 2019, sebanyak 20 hulu ledak nuklir bom B-61 AS yang berada di pangkalan udara Buchel Jerman dikirim ke Amerika Serikat selama dua hari untuk penginstalan perangkat lunak barunya.

Pemerintah Jerman melakukan kerja sama dengan Amerika Serikat dalam hal ini dengan menyiagakan pasukannya.

Bom nuklir B-61 adalah senjata nuklir paling penting dan umum di gudang senjata AS setelah Perang Dingin. Bom ini memiliki daya ledak hingga 340 kiloton dan dirancang untuk diluncurkan oleh pesawat berkecepatan tinggi.

Meskipun ada peringatan soal peningkatan aksi militer Washington di Eropa, staf komando Eropa militer Amerika Serikat yang ditempatkan di Jerman baru-baru ini mengkonfirmasi penyebaran dua pesawat pembom yang mampu membawa bom nuklir di benua itu.

Amerika Serikat sampai tahun 2009 telah menempatkan 190 hulu ledak nuklir di enam pangkalan NATO, termasuk Jerman, Perancis, Inggris, Italia, Belanda dan Turki. (PH)