PBB Kembali Sebut Teror Soleimani Pelanggaran Hukum Internasional
https://parstoday.ir/id/news/world-i84006-pbb_kembali_sebut_teror_soleimani_pelanggaran_hukum_internasional
Dalam sebuah laporan, Pelapor Khusus PBB sekali lagi mengutuk aksi teror Letnan Jenderal Qassem Soleimani dan menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional.
(last modified 2026-04-05T23:44:38+00:00 )
Aug 06, 2020 03:25 Asia/Jakarta
  • Agnes Callamard, Pelapor Khusus PBB
    Agnes Callamard, Pelapor Khusus PBB

Dalam sebuah laporan, Pelapor Khusus PBB sekali lagi mengutuk aksi teror Letnan Jenderal Qassem Soleimani dan menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional.

Menurut laporan IRIB, Agnes Callamard, Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam laporan terperinci, yang menyatakan bahwa Amerika Serikat bertanggung jawab atas aksi teror Letjen Soleimani, menekankan bahwa jika tindakan seperti itu terjadi pada negara-negara Barat, pasti akan dianggap sebagai tindakan perang dan akan memicu reaksi keras.

Callamard kembali menegaskan bahwa tidak ada bukti terdokumentasi bahwa Jenderal Soleimani sedang bersiap untuk menyerang posisi-posisi AS.

Agnes Callamard, Pelapor Khusus PBB

Sebelumnya, pada 9 Juli Callamard melaporkan kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB bahwa Amerika Serikat telah gagal memberikan bukti yang dapat dipercaya tentang ancaman langsung dan segera Jenderal Soleimani terhadap nyawa warga Amerika dan aksi teror seorang pejabat senior Iran di negara ketiga bertolak belakang dengan standar internasional dan Piagam PBB.

Dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan Reuters, Callamard juga menyebut serangan teroris AS sebagai pelanggaran hukum internasional dan Piagam PBB serta menolak klaim AS bahwa teror Letjen Soleimani sebagai tidak berdasar.

Letjen Soleimani dan rombongannya gugur syahid pada 3 Januari 2020, dalam serangan udara oleh para penyerang dan teroris AS di bandara di ibukota Irak, Baghdad.

Jenderal Soleiman mengunjungi Irak atas undangan pemerintah negara ini.

Menurut Pentagon, serangan teroris ini diperintahkan oleh Presiden Donald Trump.

Banyak negara, organisasi dan kelompok mengecam tindakan teroris Amerika Serikat ini.

Letnan Jenderal Qassem Soleimani adalah tokoh terkemuka dalam perang melawan takfiri dan kelompok teroris, termasuk Daesh (ISIS), di wilayah Asia Barat.