Uni Eropa Respon Keputusan Pengadilan Khusus Kasus Hariri
-
Rafik Hariri
Juru bicara ketua kebijakan luar negeri Uni Eropa menunjukkan respon atas keputusan pengadilan internasional khusus kasus teror Rafiq Hariri.
Menurut laporan IRNA, Peter Stano saat merespon keputusan pengadilan khusus kasus teror mantan perdana menteri Lebanon Rafik Hariri menekankan pentingnya melawan kekebalan hukum, responsivitas dan komitmen terhadap hukum internasional.
Stano juga mengaku optimis bahwa keputusan yang dirilis ditindaklanjuti secara benar.
Pengadilan khusus ini hari Selasa (18/8/2020) seraya menjelaskan bahwa teror Hariri sebuah aksi terorisme dengan motif politik menyatakan, tidak ada bukti yang menunjukkan para pemimpin Hizbullah dan Suriah terlibat di aksi teror mantan perdana menteri Lebanon ini.
Pengadilan khsuus ini menyebut sosok bernama Salim al-Ayyash sebagai mitra di konspirasi dan kejahatan terorisme di pembunuhan sengaja Hariri beserta 21 orang lainnya dan terlibat di pembunuhan 126 orang lain.
Selama insiden pemboman 14 Februari 2005 di Beirut yang menewaskan Rafik Hariri beserta 21 orang lainnya dan kemudian empat orang ditangkap dengan alasan sebagai pelaku aksi tersebut. Akibat insiden ini, PBB memulai penyidikan atas teror Hariri dan membentuk pengadilan khusus. (MF)