Babak Baru Konflik Turki-AS
https://parstoday.ir/id/news/world-i85258-babak_baru_konflik_turki_as
Krisis baru antara Ankara dan Washington muncul ketika Amerika Serikat terjun dalam ketegangan yang sedang berlangsung di Mediterania timur dengan mendukung Siprus.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Sep 14, 2020 14:51 Asia/Jakarta
  • Presiden Turki dan AS
    Presiden Turki dan AS

Krisis baru antara Ankara dan Washington muncul ketika Amerika Serikat terjun dalam ketegangan yang sedang berlangsung di Mediterania timur dengan mendukung Siprus.

Pemerintah Turki Senin, (14/9/2020) bereaksi negatif terhadap kesepakatan antara AS dan Siprus mengenai kerja sama keamanan di perbatasan laut dan darat.

Pemerintah Turki mengeluarkan pernyataan menyikapi dukungan Gedung Putih terhadap Yunani dan Siprus, yang dinilai Ankara bertentangan dengan klaim AS untuk menurunkan ketegangan di kawasan. Kementerian Luar Negeri Turki menuduh Amerika Serikat melakukan tindakan represif di Mediterania timur dan meminta Washington kembali ke posisi netral dalam masalah Siprus.

Terlepas dari perbedaan Turki yang semakin besar dengan Amerika Serikat, para pejabat Turki tampaknya telah mengambil sikap yang lebih berhati-hati dalam menghadapi pergerakan AS di Mediterania timur daripada di negara-negara Barat lainnya. Para pemimpin Turki sejauh ini mengancam semua negara di Mediterania timur dengan berbagai cara, tetapi dalam kasus Amerika Serikat, ancaman Turki cenderung lemah.

Penandatanganan dokumen kerja sama maritim dengan Siprus menjadikan Amerika Serikat untuk selanjutnya bisa mengontrol semua pergerakan Turki di Mediterania timur. Penandatanganan dokumen kerja sama tersebut dilakukan ketika Amerika Serikat telah memberlakukan embargo senjata di pulau itu sejak 1987 untuk mencegah perlombaan senjata dan penyelesaian damai konflik pulau Siprus.

Namun pekan lalu, Kongres AS secara resmi mencabut embargo senjata di pulau Siprus. Bahkan, untuk pertama kalinya Amerika Serikat mengumumkan akan menggelar manuver militer bersama dengan pemerintah Siprus. Menyusul beberapa sikap tajam pejabat Ankara terhadap pernyataan KTT tujuh negara Eropa di Mediterania selatan, terutama Prancis dan Yunani, pemerintah AS Rabu pekan lalu mengumumkan akan mengadakan manuver militer bersama dengan pemerintah Siprus untuk pertama kalinya, sebuah tindakan yang tidak diragukan lagi akan menimbulkan kemarahan Turki sebagai sekutu Washington di Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO).

 

Menlu AS, Mike Pompeo

 

Tahun lalu, Kongres AS akhirnya mencabut embargo senjata di Siprus setelah berlalu beberapa dekade. Sehubungan dengan hal ini, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo telah mengatakan, "Untuk pertama kalinya, Departemen Luar Negeri akan menyediakan dana untuk latihan militer dengan Siprus."

Menteri Luar Negeri AS kepada wartawan juga menjelaskan, "Hal ini sebagai bagian dari hubungan keamanan yang berkembang antara Amerika Serikat dan Siprus dan upaya kami untuk memperkuat hubungan dengan mitra regional utama dengan tujuan untuk memperkuat stabilitas di Mediterania timur."

Rencana dan persiapan baru AS di Mediterania Timur menunjukkan bahwa Washington tidak ingin Turki mendapatkan lebih banyak kekuatan dan pengaruh di Mediterania Timur, terutama di sekitar pulau Siprus. Untuk itu, Ankara telah menandatangani dan memperkuat sebagian dari perbatasan maritim Turki di Mediterania timur dengan menandatangani perjanjian kegiatan maritim dengan Libya.

Mengenai pentingnya Laut Mediterania bagi Turki, Omar Fateh Ozkan mengatakan, "Ketidakpedulian Turki terhadap situasi di Libya dan Mediterania timur akan secara langsung mempengaruhi posisi geopolitik dan geostrategis Ankara."

Secara keseluruhan, sikap pemerintah Erdogan di Mediterania telah menyebabkan hilangnya teman-teman Turki di kawasan tersebut, yang bisa lebih sulit bagi Turki jika ketegangan regional terus berlanjut. Pada saat yang sama, dengan kehadiran AS di kawasan timur Mediterania, tampaknya Turki kembali dijebak oleh Washington di kawasan tersebut.(PH)