AS: Kami akan Lanjutkan Represi Ekonomi terhadap Suriah
https://parstoday.ir/id/news/world-i87932-as_kami_akan_lanjutkan_represi_ekonomi_terhadap_suriah
Utusan khusus pemerintah AS untuk Suriah menekankan dilanjutkannya represi dan sanksi terhadap pemerintah Damaskus.
(last modified 2026-02-02T14:33:30+00:00 )
Des 05, 2020 11:35 Asia/Jakarta
  • Joel Rayburn, utusan khusus AS untuk Suriah
    Joel Rayburn, utusan khusus AS untuk Suriah

Utusan khusus pemerintah AS untuk Suriah menekankan dilanjutkannya represi dan sanksi terhadap pemerintah Damaskus.

FNA melaporkan, Joel Rayburn, Kamis (3/12/2020) malam saat bertemu dengan perwakilan koalisi anti Suriah yang didukung Washington di Istanbul seraya menggulirkan tuduhan tak berdasar kepada pemerintah Damaskus menjelaskan, Amerika masih tetap melanjutkan penerapan represi ekonomi terhadap pemerintah Suriah.

Pengungsi Suriah

"Amerika akan meningkatkan tekanan ekonomi terhadap pemerintah Suriah melalui undang-undang Caesar," papar Rayburn.

Utusan pemerintah AS untuk Suriah ini hari Kamis di Kairo mengklaim, kondisi parah ekonomi dan kehidupan di Suriah bukan hasil dari sanksi Amerika.

Undang-undang Caesar (Caesar Act) yang diratifikasi DPR Amerika tahun 2019 diberlakukan sejak awal Juni tahun ini.

Berdasarkan undang-undang ini, pemerintah Amerika berencana menjatuhkan sanksi keras terhadap lembaga dan individu Suriah dan menempatkan mereka dalam kesulitan.

Sementara itu, pemerintah Amerika seraya meyambut undang-undang ini, juga ingin merusak sekutu Damaskus di proses rekonstruksi Suriah.

Amerika Serikat sejak tahun 2011 dan dengan tujuan melindungi teroris, menjatuhkan berbagai sanksi kepada Suriah.

Di sisi lain, kubu anti Suriah dukungan Amerika, Arab Saudi dan Turki merupakan pengobar utama krisis di Suriah. Kubu ini juga melakukan banyak kejahatan di Suriah.

Krisis di Suriah meletus sejak tahun 2011 seiring dengan serbuan besar-besaran kelompok teroris dukungan Arab Saudi, Amerika Serikat dan sekutunya untuk mengubah konstelasi kawasan demi keuntungan rezim Zionis Israel. (MF)