Taliban Ancam Gempur Pasukan AS jika Langgar Perjanjian
-
Ilustrasi anggota Taliban.
Taliban memperingatkan pasukan teroris Amerika Serikat terhadap serangan ke daerah-daerah yang dikuasai kelompok itu di Afghanistan.
Seperti dikutip Arya News, Senin (4/1/2021), Taliban memperingatkan teroris AS bahwa jika pasukan penjajah terus melakukan kejahatan terhadap anggota mereka di Afghanistan, AS harus siap menanggung akibatnya.
Taliban menyebut serangan militer AS terhadap anggota mereka sebagai pelanggaran perjanjian perdamaian Washington-Taliban yang dicapai di Qatar. "Pasukan penjajah akan menjadi sasaran tanpa henti Taliban jika Washington tidak mematuhi perjanjian tersebut," tegasnya.
Sebelum ini, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan tidak ada tentara AS yang tewas dalam serangan Taliban di Afghanistan selama 10 bulan terakhir atau sejak perjanjian damai dicapai.
Berdasarkan perjanjian Doha, Taliban dan AS berkomitmen untuk tidak saling menyerang posisi masing-masing. Namun, Taliban selalu menuduh Washington melanggar komitmen perjanjian. (RM)