Pakistan Sambut Keterlibatan Iran di CPEC
-
Pakistan-Iran
Wakil ketua Majelis Nasional Pakistan menyambut keterlibatan Republik Islam Iran di rencana strategis ekonomi bersama Cina-Pakistan.
Qasim Khan Suri seraya mengisyaratkan persatuan Pakistan dan Cina untuk memperkokoh kemitraan ekonomi dalam program CPEC mengatakan, program ini di samping kerja sama strategis 25 tahun Iran dan Cina, sebuah komposisi luar biasa bagi kerja sama tiga negara penting kawasan yang nantinya mempermudah jalur hubungan regional, perang melawan kemiskinan, memperkokoh perdagangan dan penciptaan lapangan kerja.
Wakil ketua Majelis Nasional Pakistan ini memperingatkan upaya sejumlah negara untuk merusak atmosfer kerja sama regional dan menghalangi pembentukan koalisi untuk komunikasi regional serta menambahkan, “Kita harus mencegah ekspansionisme di kawasan khususnya Anak Benua sehingga tidak akan merugikan kepentingan bersama dan meraih tujuan pembangunan berkesinambungan.”
Sambutan Islamabad menilai partisipasi Iran di koridor ekonomi Pakistan dan Cina sebagai indikasi pemahaman penuh atas urgensitas kerja sama regional guna meraih tujuan bersama termasuk pembangunan berkesinambungan, di mana hubungan seperti ini senantiasa mendapat ancaman dan represi dari kekuatan besar transregional.
Koridor ekonomi Cina dan Pakistan (CPEC) merupakan bagian kecil dari proyek Satu Sabuk Satu Jalan atau One Belt One Road yang menghubungkan Cina dengan Pakistan melalui berbagai jalur transformasi dan dengan menghidupkan jalur sutera baru melalui Iran ke Eropa.
Koridor ini senilai 57 miliar dolar dan termasuk rencana kerja sama terpenting antara Pakistan dan Cina di mana penyelesaian program ini akan berlangsung hingga tahun 2025.
Kapasitas ekonomi Iran di berbagai sektor ekonomi, industri, pertambangan dan perdagangan menjadi perhatian dalam membentuk dan memperkuat hubungan strategis bilateral ataupun multilateral di kawasan.
Kesepahaman pertama antara Cina dan Iran untuk membentuk kerja sama strategis 25 tahun termasuk bukti utama posisi istimewa Tehran di pembangunan dan pengembangan ekonomi kawasan yang dipandang oleh negara-negara besar kawasan.
Meski ada sanksi keras Amerika Serikat terhadap Iran, namun upaya berbagai negara termasuk di tingkat kawasan untuk melanjutkan dan meningkatkan kerja sama ekonomi dengan Tehran seakan-akan menunjukkan ketidakefektifan represi Gedung Putih untuk mencegah berlanjutkan kerja sama berbagai negara dengan Iran.
Sementara itu, Pakistan sebagai tetangga Iran memahami dengan benar keragaman kapasitas Tehran di bidang ekonomi, dan dengan landasan ini Islamabad berusaha melalui hubungan bilateral maupun multilateral dengan Tehran memanfaatkan kapasitas ini untuk pembangunan ekonominya.
Kerja sama dengan Iran mengingat Tehran termasuk negara terbesar yang memiliki cadangan minyak dan gas di dunia, termasuk prioritas utama negara kawasan termasuk Cina dan Pakistan di mana hal ini mampu menjadi jaminan bagi terealisasinya perkembangan ekonomi mereka dari sisi jaminan energi yang dibutuhkan di berbagai sektor.
Kepedulian berbagai negara kawasan untuk memperkuat kerja sama dengan Iran meski ada represi dan sanksi Washington, manisfestasi lain dari kegagalan kebijakan Amerika dalam menghadapi Tehran yang bersamaan dengan menurunnya hegemoni ini, menunjukkan berakhirnya era ketaatan berbagai negara terhadap kebijakan Gedung Putih. (MF)