Rusia dan AS Sepakat Perpanjang Perjanjian New START
Deputi Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov mengatakan Amerika Serikat telah menerima persyaratan Rusia untuk memperpanjang perjanjian nuklir New START.
"Berdasarkan ketentuan kami, perjanjian ini diperpanjang selama lima tahun, tanpa prasyarat dan tanpa aturan tambahan," kata Ryabkov pada hari Rabu (27/1/2021) seperti dikutip Sputniknews.
"Kami sekarang punya cukup waktu untuk memulai pembicaraan bilateral tentang berbagai isu yang terkait dengan stabilitas strategis dan untuk memastikan keamanan yang dapat diandalkan untuk negara kami dalam jangka panjang," ujarnya.
Menurut Ryabkov, secara umum keputusan tersebut akan menguntungkan kedua pihak dan ini adalah satu-satunya keputusan yang tepat.
Sementara itu, juru bicara Istana Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Presiden Vladimir Putin dan Presiden AS Joe Biden dalam kontak telepon, mengumumkan bahwa kedua negara akan memperpanjang perjanjian New START dalam beberapa hari mendatang.
Perjanjian New START akan berakhir masa berlakunya pada Februari 2021. Berdasarkan perjanjian yang dicapai antara Rusia dan AS pada tahun 2010, kedua negara sepakat untuk membatasi hulu ledak nuklirnya maksimal 1.550 unit untuk 700 sistem rudal.
Mantan Presiden AS Donald Trump menetapkan syarat tertentu untuk perpanjangan New START, tetapi ditentang oleh Rusia. (RM)