Upaya AS Perkuat Militer Israel setelah Kalah di Perang Gaza
https://parstoday.ir/id/news/world-i97980-upaya_as_perkuat_militer_israel_setelah_kalah_di_perang_gaza
Kegagalan Israel melawan faksi muqawama Palestina selama perang 12 hari di Jalur Gaza mendapat respon cepat dari Amerika Serikat sebagai sponsor utama rezim ilegal ini.
(last modified 2026-04-13T11:36:12+00:00 )
May 28, 2021 11:30 Asia/Jakarta

Kegagalan Israel melawan faksi muqawama Palestina selama perang 12 hari di Jalur Gaza mendapat respon cepat dari Amerika Serikat sebagai sponsor utama rezim ilegal ini.

Sekaitan dengan ini, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken Selasa (25/5/2021) melakukan safari ke Asia Barat. Setelah bertemu dengan petinggi Israel, ia kemudian bertolak ke Ramallah di Tepi Barat, markas Otorita Ramallah Palestina dan tampaknya kunjungan ini untuk melanjutkan gencatan senjata antara Israel dan faksi muqawama Palestina.

Selanjutnya Blinken menuju Mesir dan Yordania untuk berunding mengenai kondisi Jalur Gaza dan menstabilkan kondisi gencatan senjata.

Blinken Rabu (26/5/2021) di statemennya mengklaim, "Fokus saat ini adalah upaya untuk memperkuat gancatan senjata dan memenuhi kebutuhan serta menghilangkan kekhawatiran. Jika seiring waktu, kondisi seperti ini terbentuk, maka akan tercipta atmosfer lebih baik untuk merealisasikan solusi pembentukan dua negara."

Klaim petinggi Amerika terkait diplomasi ketat guna memperkuat gencatan senjata antara faksi muqawama Palestina dan Israel digulirkan ketika AS selama perang terbaru di Gaza, empat kali menghalangi perilisan statemen oleh Dewan Keamanan PBB dan menegaskan hak Israel untuk membela diri.

Blinken dan Netanyahu

Sepertinya tujuan utama kunjungan menlu AS ke kawasan Asia Barat adalah mengumumkan kembali dukungan Washington terhadap Tel Aviv setelah perang 12 hari Gaza yang berakhir dengan kekalahan Israel.

Khususnya tujuan pemerintah Biden saat ini adalah mengkompensasi bujet dan memenuhi kembali cadangan senjata militer Israel untuk memperbaruhi semangat militer rezim ini yang kini goyah setelah serangan roket faksi muqawama Palestina ke bumi pendudukan dan kekalahannya menghadapi faksi ini.

Sekaitan dengan ini, Blinken seraya mengisyaratkan komitmen Presiden AS Joe Biden menjaga keamanan Israel mengungkapkan, "Kami berjanji bahwa Israel akan memperoleh sarana dan alat yang dibutuhkan untuk membela diri. Khususnya ketika Israel menghadapi serangan sebuah kelompok teroris."

Poin yang patut diperhatikan adalah Joe Biden hari Senin (24/5/2021) mengatakan, tujuan kunjungan Antony Blinken ke Palestina pendudukan adalah penekanan atas komitmen kuat Washington soal keamanan Israel.

Dalam hal ini, Biden menyatakan bahwa pemerintahannya akan membayar pergantian seluruh rudal Tamir di sistem Iron Dome Israel yang ditembakkan selama perang 12 hari Gaza.

Amerika selama perang terbaru Gaza juga menyepakati penjualan bom presisi senilai 735 juta dolar kepada Israel.

Dengan demikian jelas bahwa tujuan utama safari Blinken ke kawasan pada dasarnya pengumuman dukungan penuh dan tanpa syarat Amerika terhadap israel serta melakukan persiapan dan langkah yang diperlukan untuk memperkuat militer Israel. Sementara tujuan sebelumnya yang diumumkan bahwa Blinken ingin memperkokoh gencatan senjata melalui perundingan dengan pihak-pihak yang terkait di bidang ini hanyalah tujuan kedua dan tidak penting.

Hal ini juga menjadi perhatian petinggi Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas).

Moussa Abu Marzouk, wakil Biro Politik Hamas di luar Palestina seraya menyinggung kunjungan Blinken ke Palestina pendudukan menyatakan, "Solusi politik untuk mengakhiri perang Gaza bukan prioritas utama Amerika dan apa yang mendorong Blinken berkunjung ke kawasan adalah rudal dan roket muqawama."

Faktanya unjuk kekuatan rudal faksi muqawama Palestina di perang Gaza yang membuat elit politik dan militer Israel putus asa serta warga Zionis di bumi Palestina pendudukan merasa sangat tidak aman, telah mendorong Washington secepatnya bertindak memperbaruhi semangat dan memperkuat senjata Israel.

Pada dasarna sikap pemerintah Biden terkait Israel tidak banyak berbeda dengan pemerintahan Amerika sebelumnya dan bertumpu pada prinsip "dukungan total dan tanpa syarat kepada Israel".

Sejatinya Biden mengikuti garis besar seluruh presiden Amerika selama beberapa dekade terakhir, di mana setiap presiden negara ini senantiasa mendukung Tel Aviv di kasus konflik Israel-Palestina. Selain memberi bantuan militer senilai miliaran dolar kepada rezim penjajah Quds, AS juga senantiasa menyatakan komitmennya untuk menjaga keunggulan kualitas militer Israel dan memberi persenjataan canggih seperti bom presisi yang memiliki keakuratan tinggi kepada Israel untuk membantai warga tertindas Palestina. (MF)